TNI AL: Kasus Kapal Tanker Malaysia Hilang Bukan yang Pertama

TNI AL: Kasus Kapal Tanker Malaysia Hilang Bukan yang Pertama

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 17 Jun 2015 16:57 WIB
TNI AL: Kasus Kapal Tanker Malaysia Hilang Bukan yang Pertama
Jakarta - Kapal tanker berbendera Malaysia, MT Orkim Harmony yang hilang hingga saat ini belum ditemukan. Ternyata kejadian hilangnya kapal tanker bukan pertama kali terjadi. Beberapa waktu lalu, 1 kapal milik perusahaan yang sama juga hilang dan ternyata dibajak.

"Sekitar tanggal 4 Juni kemarin sudah ada laporan seperti itu juga. Tapi yang itu namanya Orkim Victory, kalau yang hilang sekarang kan Orkim Harmony," ungkap Kadispenal Laksma Manahan Simorangkir dalam perbincangan, Rabu (17/6/2015).

Kabar tersebut menurut Manahan didapat berdasarkan sharing informasi dari pihak-pihak yang terkait dengan pelayaran, seperti dari Information Fusion Centre (IFC). Kapal Orkim Victory akhirnya bisa kembali namun muatannya sudah diambil pembajak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orkim Victory yang dibajak itu kan bawa muatan bahan bakar, nah itu disedot, kapalnya ditinggal terus mereka (pembajak) lari. Saat itu dicari-cari juga nggak dapat, tap akhirnya kapalnya kembali setelah muatan dicuri. Balik ke Kuantan. Ini sama lagi, satu perusahaan juga kapalnya. Orang-orang (ABK) ikut hilang," kata Manahan.

Ada beberapa kemungkinan motif dari hilangnya kapal-kapal ini. Manahan juga melihat ada kemungkinan ini adalah salah satu modus operandi yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendapat klaim asuransi.

"Apakah operandinya sudah seperti itu. Mungkin ada yang mencari untung dengan penjualan minyak (muatan), atau bisa jadi untuk klaim asuransi. Tapi yang jelas semua sedang mencari segala kemungkinan," Manahan menjelaskan.

Saat ini TNI AL juga masih terus membantu Malaysia untuk mencari kapal yang hilang kontak di Perairan Aur di yurisdiksi Malaysia pada Kamis (11/6) lalu itu. Hanya saja belum ada yang berhasil menemukan kapal yang membawa 22 orang ABK tersebut, termasuk 5 WNI. Petunjuk-petunjuk memang ada, namun beberapa cukup ganjil.

"Kemarin ada info di Selat Batam, kita langsung kirimkan (boat) sea-rider dalam 25 menit sudah di lokasi nggak ketemu. Terus ada informasi koordinat juga, tapi begitu didalami lokasinya ada di darat. Bisa jadi alat transmitornya dibawa ke darat tapi dicari ke sana juga nggak ketemu," tukas laksamana bintang 1 itu.

Kejadian hilangnya kapal tanker Malaysia ini dinilai cukup mencurigakan. "Kejadian sudah berulang-ulang, apakah ini usaha untuk mencari keuntungan atau gimana. Tapi mudah-mudahan itu hanya kecurigaan. Biar bagaimanapun tetap harus dicari," pungkas Manahan. (elz/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads