"Sekitar tanggal 4 Juni kemarin sudah ada laporan seperti itu juga. Tapi yang itu namanya Orkim Victory, kalau yang hilang sekarang kan Orkim Harmony," ungkap Kadispenal Laksma Manahan Simorangkir dalam perbincangan, Rabu (17/6/2015).
Kabar tersebut menurut Manahan didapat berdasarkan sharing informasi dari pihak-pihak yang terkait dengan pelayaran, seperti dari Information Fusion Centre (IFC). Kapal Orkim Victory akhirnya bisa kembali namun muatannya sudah diambil pembajak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada beberapa kemungkinan motif dari hilangnya kapal-kapal ini. Manahan juga melihat ada kemungkinan ini adalah salah satu modus operandi yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendapat klaim asuransi.
"Apakah operandinya sudah seperti itu. Mungkin ada yang mencari untung dengan penjualan minyak (muatan), atau bisa jadi untuk klaim asuransi. Tapi yang jelas semua sedang mencari segala kemungkinan," Manahan menjelaskan.
Saat ini TNI AL juga masih terus membantu Malaysia untuk mencari kapal yang hilang kontak di Perairan Aur di yurisdiksi Malaysia pada Kamis (11/6) lalu itu. Hanya saja belum ada yang berhasil menemukan kapal yang membawa 22 orang ABK tersebut, termasuk 5 WNI. Petunjuk-petunjuk memang ada, namun beberapa cukup ganjil.
"Kemarin ada info di Selat Batam, kita langsung kirimkan (boat) sea-rider dalam 25 menit sudah di lokasi nggak ketemu. Terus ada informasi koordinat juga, tapi begitu didalami lokasinya ada di darat. Bisa jadi alat transmitornya dibawa ke darat tapi dicari ke sana juga nggak ketemu," tukas laksamana bintang 1 itu.
Kejadian hilangnya kapal tanker Malaysia ini dinilai cukup mencurigakan. "Kejadian sudah berulang-ulang, apakah ini usaha untuk mencari keuntungan atau gimana. Tapi mudah-mudahan itu hanya kecurigaan. Biar bagaimanapun tetap harus dicari," pungkas Manahan. (elz/mad)











































