Tak hanya dari Banyuwangi, mereka dari luar kota pun datang ke makam Angeline hanya ingin berdoa dan melihat langsung makam tersebut. Lantunan doa dan pembacaan Yasin, silih berganti dilantunkan di makam yang dipenuhi bunga dan mainan anak-anak ini.
"Tadi malam mau ke sini, tapi saya tidak sempat. Ya baru bisa siang ini," ujar Purwanto, salah satu peziarah dari Jember kepada detikcom, Rabu (17/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya punya anak kecil seusia dia. Ini saya bawa ke makam Angeline juga. Kita berdoa bersama untuk dia," pungkasnya.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Zakiyah, peziarah dari Banyuwangi. Ibu dua anak ini tak henti-hentinya berdoa sambil menangis di pusara Angeline. Dirinya mengaku prihatin atas kasus yang menimpa bocah kelas 2 SD ini. Bahkan dalam doanya, dia mendoakan pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus ini hingga tuntas.
"Dalam doa, saya berharap pihak kepolisian bisa mengungkap kasus ini hingga sampai otak pembunuhan," ujarnya. (try/dra)











































