DetikNews
Rabu 17 Juni 2015, 15:15 WIB

Menkes Beri Penghargaan Tim Operasi DVI AirAsia QZ8501

Jajeli Rois - detikNews
Menkes Beri Penghargaan Tim Operasi DVI AirAsia QZ8501 (Foto: Rois Jajeli/detikcom)
Surabaya - Keberhasilan tim yang tergabung dalam operasi Disaster Victim Identification (DVI) pada musibah jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 tujuan Surabaya-Singapura, diganjar penghargaan dari Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.

"Ke semua tim kita berikan. Saya tidak bisa menyebutkannya satu per satu," kata Moeloek di sela kunjungan kerja Menkes RI dalam rangka Pemberian Penghargaan kepada Team Operasi DVI Polda Jatim musibah Pesawat Air Asia QZ 8501 di gedung Mahameru Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (17/6/2015).

Dalam acara tersebut, Menkes Moeloek memberikan penghargaan kepada Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, dan Ketua Tim DVI Polda Jatim Kombes Pol Budiyono.

Namun, Menkes menegaskan, ada 65 anggota tim penanganan musibah AirAsia QZ8501 yang tergabung dalam DVI Polda Jatim, bekerja dengan baik mengidentifikasi korban, dan mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat.

"Saya kira kita tidak membeda-bedakan. Semua mempunyai suatu peran dalam hal ini," tuturnya.

Ia menambahkan, medan sangat sulit dan membutuhkan upaya yang sangat luar biasa dalam menangani identifikasi korban. Proses identifikasi dilakukan di beberapa tempat oleh tim DVI, dan sangat baik koordinasinya.

"Sehingga mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari luar negeri atau internasional," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim DVI Polda Jatim Kombes Pol Budiyono mengaku bangga mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Katanya, keberhasilan dalam penanganan operasi DVI ini, melibatkan semua pihak mulai dari dokter forensik, dokter gigi, antropologi dan berbagai ahli lainnya serta dari perguruan tinggi dan dukungan dari muspida.

"Yang membedakan penanganan tim DVI dengan tim lain di dunia dalam menangani bencana, adalah kecepatan dalam merespons setiap keluhan keluarga korban," kata Budiyono.

Perwira menengah dengan tiga melati di pundaknya yang juga Kabid Dokkes Polda Jatim ini menambahkan, dalam penanganan operasi DVI, adanya koordinasi antar pihak, serta penyiapan tempat atau ruang tunggu keluarga korban pesawat AirAsia QZ8501, serta penyampaian informasi yang lebih cepat.

"Ruang tunggu untuk keluarga korban kita buat senyaman mungkin. Serta pusat informasi pertama sebelum kita sampaikan ke media," tandasnya.

Pesawat AirAsia QZ8501 tujuan Surabaya-Singapura yang membawa 155 penumpang dan 7 kru, mengalami kecelakaan pada 28 Desember 2014. Puing-puing pesawat ditemukan mengapung di Laut Jawa.

Dari total 162 orang korban penumpang dan kru, yang sudah teridentifikasi hingga 7 April 2015 sebanyak 99 orang. Tersisa 3 body dan 1 bodypart.
(roi/try)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed