Gus Dur Siap ke Irak Bebaskan Kru MetroTV
Sabtu, 19 Feb 2005 18:40 WIB
Jakarta - Pemerintah melalui Kepala Badan Intelijen Nasional (KaBIN) Syamsir Siregar secara khusus meminta mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membantu pemerintah mengupayakan pembebasan dua kru MetroTV, Meutya Hafid dan Budiyanto yang disandera di Irak oleh kelompok bersenjata di Irak."Pemerintah meminta bapak (Gus Dur βred) untuk membantu pembebasan Meutya dan Budiyanto. Bapak menerimanya dan akan segera mengontak para koleganya di Irak," kata putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid usai menyertai Gus Dur menerima kunjungan KaBIN Syamsir Siregar di kediaman pribadinya di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (19/2/2005) sebagaimana rilis yang diterima detikcom. Syamsir tiba di kediaman Gus Dur sekitar pukul 11.00 WIB dan meninggalkan lokasi pukul 12.00.WIB.Karena selama empat tahun menuntut ilmu di Fakultas Adab Universitas Baghad, Gus Dur memiliki banyak kolega di Irak. Sebelumnya, pada saat penyanderaan dua TKI asal Indonesia di Negeri 1001 malam itu, Gus Dur melakukan kontak dengan pemuka-pemuka agama Irak dan berencana masuk ke daerah yang tengah dilanda peperangan itu melalui Jordania.Yenny menjelaskan, dalam kesempatan itu Gus Dur menyampaikan telah melakukan upaya pertama pembebasan sandera, yaitu dengan mengimbau agar para sandera itu dibebaskan melalui jaringan televisi berbahasa Arab Al-Jazeera. "Kemarin, Bapak sudah diminta Metro TV untuk menyampaikan imbauannya dalam bahasa Arab dan disiarkan di stasiun TV Al Jazeera," jelas Yenny.Ditambahkan Yenny, dalam pertemuan itu Gus Dur juga menyatakan kesediaanya jika ia diminta pemerintah berangkat ke Irak untuk melakukan mediasi. "Bapak bersedia berangkat. Dan pemerintah mengatakan akan mengadakan persiapan terlebih dulu untuk upaya itu," kata Direktur The Wahid Institute ini.Seperti diketahui dua wartawan Metro TV, Meutya Hafid dan Budiyanto disandera di Iraq oleh kelompok bersenjata yang menamakan diri Brigade Tentara Mujahidin. Gambar mereka yang dalam situasi penyanderaan ditayangkan Metro TV di Jakarta pada Sabtu dinihari.
(nrl/)











































