Terpidana Mati Prada Mart Kabur dari Bui, Yosep Bantu Rp 500 Ribu

Prada Mart Kabur 12 Hari

Terpidana Mati Prada Mart Kabur dari Bui, Yosep Bantu Rp 500 Ribu

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 17 Jun 2015 14:10 WIB
Terpidana Mati Prada Mart Kabur dari Bui, Yosep Bantu Rp 500 Ribu
prada
Jakarta - Terpidana mati Prada Mart Azzanul Ikhwan sempat kabur 12 hari dari penjara Pomdam III/Siliwangi pada Juni 2013. Pelariannya dibantu Serka Yosep Shofian yang menyiapkan sepeda motor di luar penjara.

Hal ini terungkap berdasarkan putusan kasasi yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Rabu (17/6/2015). Prada Mart dan Serka Yosep awalnya sama-sama dipenjara di Pomdam III/Siliwangi di Bandung, tapi dengan kasus yang berbeda. Prada Mart dijatuhi hukuman mati karena membunuh pacarnya yang sedang mengandung, Sinta dan ibu Sinta yang bernama Opon, sedangkan Serka Yosep dihukum karena kasus pemalsuan dan penggelapan.

Pada 23 Mei 2013, Serka Yosep selesai menjalani masa penahanan dan keluar penjara. Hubungan komunikasi Serka Yosep dan Prada Mart terus terjalin. Mereka biasa BBM-an atau SMS pada hari Jumat dan Sabtu di atas pukul 21.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga akhirnya Serka Yosep dihubungi oleh Prada Mart bahwa ia siap kabur pada 11 Juni 2013. Serka Yosep menunggu di dekat rel kereta api dengan menyiapkan sepeda motor. Prada Mart yang bisa menyelinap keluar dari penjara lalu lari ke Jalan Sunda, Bandung, dan menuju lokasi yang dituju.

"Abang di mana," tanya Prada Mart lewat telepon.

"Saya menunggu di dekat perempatan yang pertama. Kamu di mana?" tanya Serka Yosep.

"Saya masuk ke arah rel, Bang," jawab Prada Mart.

"Dekat mana?" tanya Serka Yosep lagi memastikan lokasi posisi Prada Mart.

"Tidak tahu Bang, ini saya lagi di pinggir jalan yang ada lapangan futsal yang ada gedung baru," jawab Prada Mart.

"Ya sudah, kamu tunggu di sana. Saya tahu tempatnya," ujar Serka Yosep.

Tidak sampai lima menit, Serka Yosep sampai di lokasi menjemput Prada Mart dengan sepeda motor Mio. Serka Yosep memberikan jas hujan warna hitam tanpa helm.

"Mampir rumah saya dulu, tadi istri saya nitip gorengan," kata Serka Yosep kepada Prada Mart.

Setelah menaruh gorengan di rumahnya, Serka Yosep memberikan helm ke Prada Mart. Mereka lalu meluncur ke Sumedang dan Serka Yosep memberi uang Rp 500 ribu ke Prada Mart untuk biaya pelarian.

Pada 16 Juni, Prada Mart melanjutkan pelariannya ke Cawang, Pulogadung dan berakhir di Bekasi dan bersembunyi di rumah saudaranya. Selama pelarian, Prada Mart terus berhubungan dengan kekasihnya, Riska, lewat telepon.

Pada 23 Juni, Prada Mart akan bertemu kekasihnya di Terminal Pasar Rebo.  Prada Mart datang ke lokasi sesuai waktu yang dijanjikan. Tetapi ternyata di lokasi aparat TNI sudah menunggu Prada Mart dan dalam hitungan detik, Prada Mart dibekuk dan dikembalikan ke penjara.

Dalam kasus ini, Serka Yosep diadili dan dihukum 10 bulan penjara dan dipecat dari dinas TNI. Adapun Prada Mart tetap dihukum mati dan dikuatkan hingga tingkat kasasi. Hingga saat ini, Prada Mart belum dieksekusi.

Tahun lalu Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III/Siliwangi Kolonel Benny Effendy menegaskan terpidana mati Prada Mart tetap meringkuk di sel tahanan Pomdam III/Siliwangi. Kabar kaburnya pembunuh ibu dan anak itu diklaim tidak benar.

"Dia ditahan tersendiri. Tangan dan kakinya terikat rantai. Kalau yang divonis hukuman mati, aturannya begitu (terikat rantai)," kata Benny saat berbincang via telepon pada 12 Juni 2013. (asp/rvk)


Berita Terkait