Tetapi bersamaan dengan kehebohan itu, sebuah kisah inspiratif dan terhormat muncul dari seorang Devi Triasari (23). Pemudi asal Ngawi, Jawa Timur itu awalnya bercita-cita menjadi tenaga kerja wanita di Jepang.
Di kala cita-cita itu 'kandas', justru kini Devi berbagi cerita kembali dengan detikcom lewat telepon, Selasa (16/6/2015). Sebuah capaian yang luar biasa dari keluarga kurang mampu, namun sukses menggondol gelar sarjana hukum dengan predikat cum laude.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biaya adalah alasan mengapa keluarganya tak dapat melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya. Untunglah di generasi Devi biaya pendidikan semakin murah dengan adanya program pemerintah.
"Tetapi dulu waktu saya SD juga orang tua kerja keras mencari uang untuk biaya kuliah. Bapak itu buruh tani, kalau ibu pembantu rumah tangga," ungkap dia.
Sama seperti remaja di kampungnya, Devi sama sekali tak ada niat untuk sekolah tinggi-tinggi. Adalah hal lumrah bagi gadis-gadis seusianya untuk bercita-cita sebagai tenaga kerja wanita.
"Pikirannya kalau jadi TKW itu kan dapat uang di luar negeri, terus bisa kirim uang ke keluarga di desa. Uangnya dipakai beli tanah sama rumah," kata dia.
Negeri Sakura adalah tujuan Devi kala itu. Jepang dianggapnya merupakan negara yang modern dan maju sehingga terlihat menjanjikan.
Maka dari itu dia memilih jalur pendidikan ke Sekolah Menengah Kejuruan bidang administrasi perkantoran. Di masa itu dia menganggap sekolah hanya sebagai formalitas persyaratan untuk melamar jadi TKW.
"Tapi setelah tanya guru BK (bimbingan konseling -red) saya dibilang harus pintar bahasa Jepang dulu sebelum berangkat. Harus kursus dan harganya juga tidak murah. Tidak mungkin saya minta uang ke orang tua saya untuk itu. Ya sudah saya urungkan niat untuk jadi TKW dan pilih kerja di Magetan, jadi sekretaris," tutur dia dengan logat Jawa Timur yang khas.
Setahun lamanya dia bekerja di Magetan dengan gaji tak seberapa, namun cukup untuk membantu orang tua. Dari situlah kemudian dia terpikir untuk meneruskan sekolah.
"Saat itu saya baru terpikir kalau ingin mengubah derajat keluarga, saya harus sekolah yang tinggi. Setiap pulang kerja saya sempatkan ke warnet untuk cari informasi beasiswa. Akhirnya saya pilih jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)," kata Devi.
Devi diterima di Fakultas Hukum UNS di Solo, sekitar dua jam dari kampung halamannya. Begitu kuliah, dia langsung memburu beasiswa dan sukses mendapatkan beasiswa Bidik Misi. Bidik Misi adalah program beasiswa Kemendibud untuk mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Setiap bulan dia mendapat biaya hidup Rp 600 ribu dan gratis biaya kuliah.
Tentu saja dia mempertahankan prestasinya untuk terus mendapatkan beasiswa pemerintah itu. Perjuangan Devi berbuah manis. Devi termasuk dalam deretan lulusan terbaik di UNS tahun 2015 dengan meraih IPK 3,99.
"Saya kuliah di Jurusan Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, UNS angkatan 2011. Saya lulus dalam waktu 3 tahun 6 bulan, itu termasuk yang tercepat di fakultas saya. Kebetulan saya wisuda juga kloter pertama di tahun ini," ujar Devi.
Selama kuliah, kegiatan Devi terbilang padat karena dia harus bekerja juga sebagai guru les. Dia juga aktif berorganisasi di GMNI, Solo Mengajar dan pers kampus. Namun kesibukan itu tak menghalanginya untuk berprestasi.
Kini setelah menyabet gelar sarjana hukum dirinya berniat meneruskan lagi jenjang studinya. Sejumlah tawaran beasiswa menghampirinya baik dari dalam maupun luar negeri.
"Dulu saya pengin jadi buruh pabrik atau jadi pembantu di Jepang. Tapi sekarang sudah berubah setelah kuliah. Saya ingin mencari beasiswa lalu sekolah lagi dan jadi dosen. Kita jangan berpikir menempuh pendidikan untuk kerja, tapi pendidikan untuk mengubah pola pikir," ujar Devi penuh semangat.
Mendapatkan beasiswa dan menjadi dosen adalah hal yang terpikir oleh Devi untuk masa depannya. Langkah itu juga dia ambil agar mendapat penghasilan tetap dan membantu pengobatan orang tuanya.
"Saya mau cari uang untuk biaya operasi katarak Bapak. Mungkin biaya itu tidak murah," ucap dia.
(bag/van)











































