"Terkait hilangnya kapal milik Malaysia yang membawa 5 warga negara Indonesia, kita sudah memanggil Direktur PT Yudian Unggul Indonesia yang merupakan manning agent yang memberangkatkan kelima ABK," ujar Direktur PWNI & BHI Kemlu, Lalu M Iqbal, Rabu (17/6/2015).
Iqbal menuturkan, dari pembicaraan dengan Direktur yang memberangkatkan kelima ABK Indonesia didapatkan informasi bahwa tanker tersebut dalam pelayaran dari Singapura menuju Kuantan dan membawa kurang lebih 6.000 metrik ton BBM sejenis pertamax plus. Pemilik menduga kapal tersebut menjadi korban pembajakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iqbal mengatakan, pihak manning agent sampai saat ini sudah menghubungi para kerabat dari kelima ABK yang hilang. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa perusahaan akan tetap membayar gaji kelima ABK yang hilang.
"Pihak manning agent telah menghubungi semua kerabat dari kelima ABK dan memastikan bahwa pihak perusahaan akan tetap membayarkan gaji kelima ABK selama kapal dan awak belum ditemukan. Namun demikian mengenai masalah kompensasi tambaham diluar gaji akan dibahas kemudian. Para ABK tersebut juga dicover oleh asuransi," tutup Iqbal. (spt/vid)











































