Fabioli menceritakan hal tersebut saat datang ke Polsek Palmerah bersama ibunya Syuli Umboh, Selasa (16/6/2015), untuk menanyakan perkembangan kasusnya. Pasalnya hingga saat ini pelakunya belum juga dapat ditangkap.
Saat mendatangi Polsek, keduanya menunjukkan foto-foto bagian tubuh Fabioli yang terluka, termasuk kondisi gendang telinga kanannya yang pecah. Selain itu, keduanya juga menjelaskan awal mula kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syuli melanjutkan, saat ini anaknya mengaku sangat kesakitan dan langsung meminta kepada temannya untuk dibawa ke RS. Remaja putri itu mengaku tidak mengenali kedua pelaku karena memakai helm dan masker abu-abu.
"Air kerasnya ditempatkan di botol kecil bekas minuman penambah stamina yang dibungkus plastik. Saya nggak terlihat jelas muka pelakunya karena pakai helm," terangnya.
"Gendang telinga saya berlubang karena siraman air keras. Separuh wajah saya rusak. Demikian pula tangan, pundak, dan paha saya. Beruntung, berkat operasi plastik dan perawatan intensif selama dua pekan di RS Pelni, wajah saya bisa kembali utuh," cerita Syuli lagi.
Ditempat terpisah, Kanit Reskrim Polsek Palmerah, Ipda Purwanta yang dikonfirmasi mengaku, polisi masih kesulitan menangkap pelakunya. "Pelakunya masih kami kejar," tutupnya. (spt/vid)











































