"Dari sisi etika, itu tidak pas perbuatan seperti itu. Itu yang saya pandang. Dalam konteks politik kedua negara, saya tidak mau komentar," ungkap Moeldoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jaktim, Selasa (16/6/2015).
Akibat kejadian tersebut, ada anggapan yang menilai TNI kurang becus dalam menjaga batas wilayah perairan. Panglima TNI pun mengaku kecolongan karena keterbatasan yang dimiliki TNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Moeldoko meminta agar kejadian seperti ini menjadi atensi semua pihak. Pasalnya, disebut jenderal bintang 4 itu, kekurangan tersebut bukan karena tidak bagusnya prajurit TNI, melainkan karena memang masih kurangnya alutsista khususnya untuk wilayah laut.
"Ini harus menjadi atensi kita semuanya ke depan dengan serius. Karena titik beratnya dalam konteks itu adalah bukan hanya kemampuan kapal yang kita miliki tapi kemampuan radar yang kita miliki, kemampuan dukungan yang kita miliki, dan lain-lain. Semua dalam konteks yang lebih luas," jelas Moeldoko.
Panglima TNI pun akan melalukan evaluasi di jajarannya. Harapannya adalah supaya kejadian tersebut tidak lagi terulang.
"Kalau itu bagian dari kekurangan kami, kita akan selalu evaluasi," tutup mantan Pangdam Siliwangi tersebut. (ear/vid)











































