"Untuk tahun ini insya Allah sama," ujar Din saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (16/6/2015).
Din mengatakan, Muhammadiyah telah memutuskan jauh-jauh hari awal Ramadan tahun ini. Bahkan Muhammadiyah juga telah menetapkan 1 Syawal (Idul Fitri) jatuh pada 17 Juli 2015. Din juga yakin, hilal (penampakan bulan Ramadan) belum bisa dilihat sore ini.
"Muhammadiyah putuskan jauh-jauh hari. Malam ini ijtima' atau konjungsi, itu matahari pada garis lurus bulan bumi, itu baru terjadi jam 9 malam lewat sekitar 67 menit nanti setelah matahari terbenam. Berarti malam ini belum bisa dianggap malam pertama Ramadan. Muhammadiyah tetapkan besok malam sebagai malam pertama Ramadan. Atau puasa pada Kamis," urainya.
"Tapi karena malam ini waktu matahari terbenam nanti pukul 17.48 menit, 46 detik, sore hari ini belum terjadi konjungsi. Maka tidak akan ada yang bisa lihat bulan itu. Maka pemerintah akan perpanjang syaban sampai besok malam. Insya Allah sama lah. Masih akan ditentukan oleh rapat Isbat," tambahnya.
Din juga yakin, kondisi samanya penetapan Ramadan oleh Muhammadiyah dan pemerintah akan berlangsung hingga 2023. "Insya Allah kondisi seperti ini akan berlangsung katanya sampai 2023," jelas Din. (jor/dra)











































