Tembakan-tembakan tersebut merupakan bagian dari aksi demonstrasi tempur TNI AD. Berbagai satuan bergabung dan saling bersinergi dalam demo tersebut. Mereka diskenariokan tengah menghadapi musuh yang mengancam kedaulatan NKRI.
Setelah ratusan tim melakukan aksi terjun payung, mereka langsung menempati posisi masing-masing. Tim melakukan penyerangan dengan menghancurkan pertahanan musuh.
Serangan dilancarkan secara bertubi-tubi melalui darat dan udara. Dari darat, meriam M1A1, meriam kaliber 105 milimeter KH 178 dan meriam kaliber 155 milimeter KH 179 dengan jarak tempuh 30 km terus memberondong peluru ke arah lawan. Bersamaan dengan itu, tank kavileri dan tank scorpion juga melancarkan tembakan ke arah sasaran.
"Tembakan terus menerus terpadu menyusun serangan yang akan dilaksanakan," ujar narator di Baturaja, OKU, Sumatera Selatan, Selasa (16/6/2015).
Heli Bell dari arah kiri terbang menukik tajam. Heli ini kemudian menurunkan pasukan Raider 501 dengan cara rappelling menggunakan satu tali. Dari sisi udara, serangan dilakukan dengan meluncurkan roket.
Door.. door.. suasana semakin mencekam. Pihak lawan melakukan serangan balasan hingga menghancurkan jembatan yang akan dilintasi oleh tank scorpion. Tim TNI AD kemudian memasang jembatan buatan agar tank dapat melaju kembali.
Meriam, roket dan bom terus diledakkan ke arah musuh. Satu per satu pertahanan musuh dapat dijebol. Hingga akhirnya setelah 3 jam melakukan pertempuran, musuh dapat dikalahkan.
Demonstrasi ditutup dengan defile pasukan. Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo memimpin defile. Ketiganya naik di atas tank.
(kff/fiq)











































