Persiapan pemantauan di menara setinggi 99 meter itu sudah dilakukan sejak pukul 16.00. Sejumlah pihak dari Kemenag, ahli falaq, tokoh agama, dan santri turut hadir di sana. Dua teleskop diletakkan menghadap ke barat tepat ke arah matahari terbenam.
Tepat pukul 17.31, matahari terbenam dan hasil pemantauan hilal langsung dilaporkan ke Kemenag lewat seperangkat komputer dan modem yang terpasang. Nantinya hasil tersebut digunakan di sidang Isbat di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hilal tidak terlihat karena cuaca mendung dan perhitungan di bawah ufuk," imbuhnya.
Hasil pantauan di MAJT, matahari terbenam pukul 17.31 dan ketinggain hilal hakiki -02ห 09' 36,62". Saat matahari terbenam, awan tebal menutupi. Detail pantauan yaitu deklinasi matahari +23ห 20' 21.64", sudut waktu matahari 88ห 11' 56,11", azimuth matahari 293ห 22' 46.51", deklinasi bulan +18ห 22' 58,65".
Kasi urusan Agama Islam Kemenag Jawa Tengah, Saifullah mengatakan tahun ini tidak ada yang memulai bulan Ramadhan terlebih dahulu dan akan serentak dimulai hari Kamis (18/6) mendatang.
"Insyaallah nanti lebarannya bareng semua. Alhamdulillah," tegasnya.
Meski demikian Saifullah mengimbau agar tidak bingung ketika nanti di televisi ada pengumuman di Mekah sudah mulai Sholat Tarawih. Hal itu karena kemungkinan empat jam dari sekarang, di Mekkah akan bisa terlihat hilal.
"Kemungkinan empatย jam yang akan datang rukyah di Mekah kemungkian terlihat hilal, di Mekah Tarawih nanti malam, jangn sampai bingung," pungkasnya.
Usai mengumumkan hasil pemantauan di menara Al-Husna, pihak panitia membagi-bagikan poster jadwal Imsakiyah kepada para pengunjung. (alg/try)











































