Kala Satpam Stasiun Tanah Abang Habis Akal Hadapi Penumpang Bandel

Kala Satpam Stasiun Tanah Abang Habis Akal Hadapi Penumpang Bandel

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 16 Jun 2015 17:57 WIB
Kala Satpam Stasiun Tanah Abang Habis Akal Hadapi Penumpang Bandel
Petugas mengatur penumpang di Stasiun Tanah Abang (Foto; Edward/detikcom)
Jakarta - Petugas keamanan yang berjaga di tiap-tiap stasiun memang berkewajiban menjaga keamanan dan mengatur ketertiban penumpang. Banyak suka-duka dialami mereka, misalnya saja seperti para petugas Stasiun Tanah Abang ini.

Seperti di Selasa (16/6/2015) sore ini, stasiun yang letaknya dekat dengan pusat grosirΒ  pakaian Tanah Abang itu penuh oleh para penumpang. Tangga menuju pintu masuk stasiun tertutup oleh penumpang yang mengular.

Kondisi ini malah diperparah dengan adanya kereta anjlok di Bintaro di antara Stasiun Kebayoran-Pondok Ranji. Akibatnya perjalanan KRL Tanah Abang-Maja/Parung Panjang terhambat dan penumpang tertahan di Stasiun Tanah Abang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lima orang petugas stasiun menertibkan para penumpang yang duduk-duduk di dekat loket dan pintu masuk. Sebagian petugas menggunakan pengeras suara agar para penumpang tertib.

"Ibu-ibu kalau mau nunggu silahkan di dalam jangan di luar (dekat bagian loket masuk) kasihan penumpang yang lain mau lewat. Ayo Ibu, yang tertib," ucap salah satu petugas bernama Tauhari.

Penumpang terus berdatangan sedangkan kereta masih tertahan dan belum ada yang mengangkut penumpang. Suasana stasiun sangat padat dan penuh. Para penumpang berkali-kali bertanya kepada petugas kapan kereta akan normal kembali.

Di bagian loket, penumpang yang tadi sudah ditertibkan untuk tidak duduk kembali berselonjor kaki. Mereka lelah karena harus berdiri lama.

Petugas kembali mentertibkan penumpang yang duduk dan mengganggu jalan, namun lagi-lagi usaha itu sia-sia.Β  Petugas yang tadinya ramah menjadi tegas dan keras kepada penumpang.

Suara petugas dari yang normal sampai akhirnya serak karena harus berteriak-teriak menertibkan penumpang. Tak ayal para petugas juga sering kena 'semprot' ibu-bu yang kesal saat ditertibkan.

"Kayak gini nih kalau sudah numpuk kayak gini (penuh dan padat). Kita mau nggak mau harus keras padahal nggak enak juga. Tapi kalau nggak keras mereka juga nggak akan ini (menurut) sama kita," ucap Tauhari.

"Suaranya sampai serak begini Mas, tapi ya namanya tugas," ucap Tauhari dengan suara seraknya.

Selain Tauhari, Asep petugas lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Sebagai petugas dia berusaha untuk melayani penumpang dengan baik, namun terkadang kondisi seperti ini membuat dia harus lebih tegas.

Bahkan tak jarang Asep ikut membantu membawakan barang-barang penumpang hingga ke kereta atau peron. Jika ada penumpang penyandang tuna netra, para petugas dengan sigap menuntun dan mengantar sampai ke kereta.

"Kita mau gimana, kasihan juga melihat banyak barang. Kalau dibiarkan duduk nanti ikutan semua," ucap Asep. (slm/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads