"Iya, insya Allah saya datang," ujar Din sesaat sebelum masuk menemui Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (16/6/2015).
Din mengatakan, Muhammdiyah sejak awal selalu hadir dalam sidang Isbat yang diadakan oleh Kementerian Agama. Namun, saat Kementerian Agama dipimpin Suryadharma Ali, Muhammadiyah selalu absen mengikuti sidang isbat.
"Muhammadiyah dari awal ada rapat Isbat selalu ikut, kecuali pada satu masa dua atau tiga tahun lalu saat Pak Suryadharma Ali Menteri Agama, Muhammadiyah mengirim surat untuk tidak ikut," katanya.
Din pun memiliki alasan untuk tidak ikut dalam sidang isbat yang dipimpin Suryadharma Ali. Menurutnya saat itu sidang isbat tidak berlangsung secara profesional.
"Karena dalam pandangan Muhammadiyah waktu itu ada politisasi. Satu, ada pemanfaatan pakar yang secara kulturik menjelek-jelekkan Muhammadiyah, nggak usah saya sebut. Seolah pandangan Muhammadiyah itu tidak benar. Kedua juga yang diundang kelompok yang kira-kira sepaham dengan garis pemerintah pada saat itu. Yang ketiga baru dibuka ke pers sehingga seolah-olah terjadi perdebatan," jelas Din.
"Tapi sejak Pak Lukman Hakim jadi menteri, beliau datang ke PP Muhammadiyah, lalu menyampaikan dengan syarat-syarat begini, maka Muhammadiyah ikut lagi sejak tahun lalu," tambah Din.
(rjo/dra)











































