Truk Sedot Tinja Jadi Bahan Ngobyek, Ahok Akan Evaluasi Dinas Kebersihan

Truk Sedot Tinja Jadi Bahan Ngobyek, Ahok Akan Evaluasi Dinas Kebersihan

Mulya Nurbilkis - detikNews
Selasa, 16 Jun 2015 17:28 WIB
Truk Sedot Tinja Jadi Bahan Ngobyek, Ahok Akan Evaluasi Dinas Kebersihan
tau
Jakarta - Jasa sedot tinja milik Pemprov DKI dijadikan sarana ngobyek oleh oknum pekerja harian lepas (PHL). Gubernur DKI Basuki T Purnama akan mengevaluasi kinerja PNS di Dinas Kebersihan yang membawahi urusan tersebut.

"Kalau (Kepala) dinasnya mau diganti. UPT-UPT yang ada di bawah Dinas Kebersihan. Ini juga dievaluasi pengawasannya," kata Ahok di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (16/6/2015).

Selain menyewakan, persoalan sedot tinja ini disebutnya 'kacau balau'. Operator swasta yang direkrut Dinas Kebersihan pun kerap membuang kotorannya tak sesuai ketentuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu juga banyak swasta yang buang di jalan malam-malam. Ini memang kacau balau," terangnya.

Karena itu, ia berencana untuk meminta PT Jakarta Propertindo (PT Jakpro) mengambil alih pengoperasian jasa tersebut. Namun ia belum merinci soal pengambilalihan tersebut.

Ia hanya menekankan bahwa seharusnya warga yang menggunakan jasa sedot tinja harusnya tak perlu membayar alias gratis. Karena itu, ia meminta warga untuk melaporkan jika dimintai pungutan.

"Selama ini belum ada laporan yang masuk, bagusnya ya dia (warga) lapor siapa yang meras," pungkasnya. (bil/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads