"Secara umum publik menilai tingkat kepuasan terhadap kinerja DPRD DKI Jakarta adalah sangat rendah, hanya 12,4%. Tentu tingkat kepuasan sebesar itu sangat perlu bagi DPRD DKI Jakarta untuk memperbaiki kinerjanya," kata Direktur Eksekutif Periskop Data, Mohammad Yusuf Kosim, dalam paparan hasil survei di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/6/2015).
Survei ini dilaksanakan pada 1 β 7 Juni 2015 dengan menggunakan 500 responden yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta. Survei dilakukan secara langsung melalui wawancara tatap muka (face to face interview). Survei ini memiliki margin of error Β± 4,4% pada tingkat kepercayaan (level of confident sebesar 95%).
DPRD dinilai sebagai partner pemerintah daerah memiliki peran strategis untuk membangun DKI Jakarta. Dari survei mengenai tugas dan fungsi DPRD, yaitu membuat perda, membuat RAPBD, dan melakukan pengawasan, terlihat bahwa seluruh tugas dan fungsi tersebut dinilai sangat rendah.
"Tingkat kepuasan terhadap kinerja fraksi-fraksi di DPRD DKI Jakarta masih sangat rendah. Dari fraksi-fraksi yang ada, publik menilai bahwa fraksi PDI Perjuangan dan Gerindra masih sedikit lebih baik dibandingkan dengan fraksi-fraksi lain," katanya.
"Kinerja DPRD DKI Jakarta atau kinerja fraksi-fraksi di DPRD DKI Jakarta diberi rapor oleh publik adalah merah," imbuhnya.
Selain itu 48,0% publik menyatakan mengetahui adanya hak menyatakan pendapat DPRD DKI Jakarta kepada Basuki T Purnama. Dari mereka yang mengetahui, 54,2% menyatakan sebaiknya hak menyatakan pendapat tersebut dihentikan oleh DPRD DKI Jakarta.
"51% publik menyatakan bahwa DPRD DKI Jakarta hanya memberi peringatan saja kepada Basuki T Purnama," pungkasnya.
(van/nrl)











































