"Jadi gini, ββsaya (Kementerian PU-Pera) tugasnya menyediakan prasarananya yaitu jalan tol dan kelengkapannya. Kalau mau aman harus dua lagi yang dipatuhi. Satu rekayasa lalu lintasnya, kedua perilaku penggunanya. Ini kan kalau sekarang kecelakaan, mungkin orang ngebut dengan happynya... mungkin," kata Basuki di ruang kerjanya di Jl Pattimura, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2015). Β
Basuki mengatakan, untuk masalah rambu-rambu juga sudah cukup. Sudah ada rambu-rambu yang bila terkena lampu saat malam maka akan berpendar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Senin (15/6) malam kecelakan antara truk boks dan truk bermuatan pasir terjadi di ruas tol KM 82+600 arah Cirebon menuju Jakarta. Dalam kejadian tersebut, sopir truk boks bernama Zainal Abidin kehilangan kendali atas truknya.
Ia menabrak truk yang berada di depannya sehingga menyebabkan truk boks ringsek. Satu penumpang truk boks bernama Ayuhan tewas sementara Zainal mengalami luka berat. (nal/nrl)











































