"Sebanyak 48,2% responden menyatakan puas terhadap kinerja Basuki T. Purnama, sedangkan yang menyatakan tidak puas sebesar 47,2%. Untuk kinerja Djarot S. Hidayat, hanya 29,6% yang menyatakan puas dan 41,8% menyatakan tidak puas," kata Direktur Eksekutif Periskop Data, Mohammad Yusuf Kosim, dalam paparan hasil survei di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/6/2015).
Survei ini dilaksanakan pada 1 β 7 Juni 2015 dengan menggunakan 500 responden yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta. Survei dilakukan secara langsung melalui wawancara tatap muka (face to face interview). Survei ini memiliki margin of error Β± 4.4% pada tingkat kepercayaan (level of confident sebesar 95%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam bidang hukum dan sosial, penanganan korupsi masih lebih banyak publik yang menyatakan sangat puas/puas. Namun di penanganan narkoba, prostitusi, dan kriminalitas/premanisme lebih banyak publik yang menyatakan tidak puas/sangat tidak puas," katanya.
Sedangkan kepuasan publik terhadap kinerja incumbent di bidang pendidikan dan kesehatan masih sangat tinggi. Namun, di bidang penanganan harga sembako, kemiskinan, dan pengangguran lebih banyak publik yang menyatakan tidak puas/sangat tidak puas.
"Kepuasan publik terhadap kinerja incumbent di bidang pembangunan jalan, transportasi umum, dan sarana umum. Sedangkan di bidang perumahan rakyat, kemacetan, dan banjir publik lebih banyak menyatakan tidak puas/sangat tidak puas," paparnya.
"Sebanyak 78,4% responden menyatakan sangat puas dan puas terhadap kinerja Basuki T. Purnama β Djarot Saiful Hidayat dalam bidang administrasi kependudukan," paparnya.
"Sebanyak 31,8% responden menyatakan permasalahan paling mendesak di DKI Jakarta adalah kemacetan, disusul dengan penanggulangan bencana alam/banjir (16,2%) dan meningkatnya narkoba (7,6%)," pungkasnya memaparkan persoalan yang masih jadi pekerjaan rumah Ahok dan Djarot. (van/nrl)











































