lembaganya mencapai Rp 26 miliar.
"Polda Metro Jaya ini yang paling banyak utangnya dibanding polda lain. Kenapa? Karena kita pemborosan. Utang Polda Metro Jaya ini sekitar Rp 26 miliar," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian saat memberi sambutan pisah-sambut Kepala Biro Operasi, Kepala Biro Sarana dan Prasarana (Karo Sarpras) dan Kabid Keuangan di Gedung Tifa Kencana, Markas Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (16/6/2015).
Tito mengatakan, banyaknya utang Polda Metro Jaya ini lantaran pagu Dipa yang diterima setiap tahun tidak mencukupi untuk memenuhi pembiayaan. Dana yang ada saat ini lebih banyak dialokasikan untuk biaya belanja pegawai dan operasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menghemat anggaran, Kapolda meminta Karo Sarpras dan Kabid Keuangan untuk mengatur keuangan yang ada. Ia juga meminta Karo Sarpras agar membuat terobosan untuk menghemat anggaran, salah satunya dengan hemat energi.
"Di Jambi enggak pernah minus karena menggunakan sistem token, jadi sudah dijatah seperti pulsa. Begitu mau kerja dinyalakan dan begitu kembali dimatikan," ungkapnya.
Penggunaan listrik yang membengkak di Polda Metro Jaya juga merupakan salah satu permasalahan yang disoroti Kapolda.
"Kalau enggak dibayar Mabes enggak ada tambahan Mabes, kita juga enggak bisa bayar, siapa yang mau bayar? Bisa diputus listrik kita," tutupnya. (aan/nrl)










































