"Hebohnya lirik lagu Prananda menimbulkan banyak spekulasi, kepada siapa lagu itu ditujukan?" tanya Ketua Umum Ormas Projo, Budi Arie Setiadi, dalam siaran pers, Selasa (16/6/2015).
Namun Projo tak mau ikut berspekulasi soal hal itu. Bagi Projo pengkhianat terbesar adalah tokoh yang mengkhianati kepercayaan rakyat.
"Tapi bagi kami pengkhiantan yang terbesar adalah pengkhianatan terhadap bangsa dan rakyat. Apalagi tokoh-tokoh yang telah menerima mandat rakyat," ujar Budi.
"Koruptor dan KKN adalah pengkhianat terbesar bagi republik. Saat ini adalah eranya perubahan. Nasib negeri dan rakyat harus didahulukan di atas kepentingan kelompok dan golongan," tambah Budi.
Projo tak ingin menerjemahkan lagu Prananda itu mengarah kepada orang terntentu. "Kami tidak mau berspekulasi apalagi berpikir sempit bahwa lagu dan liriknya ditujukan untuk orang per orang. Perubahan besar bagi bangsa memerlukan para pejuang yg mengutamakan nasib rakyat. Projo adalah orang-orang yang mencintai negeri dan rakyatnya," pungkas aktivis UI 98 ini. (van/nrl)











































