Islah parsial ini diarahkan agar Golkar bisa ikut pilkada. Karena dualisme kepemimpinan memang mengancam keikutsertaan partai beringin di pilkada serentak.
Setelah menyepakati islah parsial, kedua kubu membentuk tim penjaringan pilkada serentak. Sementara ini sudah disepakati soal kriteria calon kepala daerah dari Golkar. Namun demikian soal penandatanganan usulan calon kepala daerah dari Golkar masih deadlock. Dari keempat poin yang dibahas, soal siapa yang meneken usulan calon kepala daerah belum disetujui keduanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembahasan tentang hal ini boleh saja ditunda, namun menunda membahas poin keempat dinilai sama seperti gencatan senjata sementara. Karena pada saat harus ada yang tanda tangan keduanya bakal ribut lagi karena tentu saja yang meneken adalah yang dianggap sah di mata KPU.
Tak hanya deadlock di panitia penjaringan bersama, di luar itu sejumlah elite Golkar masih terus saling melempar serangan tajam. Bendahara Umum Golkar hasil Munas Bali Bambang Soesatyo menegaskan ketumnya, Aburizal Bakrie, masih menyerukan genderang perang. Bermodal putusan PTUN dan putusan sela PN Jakut, Ical menyurati Kapolri agar melarang semua kegiatan kubu Agung Laksono, namun Polri tak menerima permintaan itu dengan alasan menunggu inkrah.
Kembali ke islah parsial Golkar, sejak awal memang diragukan oleh sesepuh beringin Akbar Tandjung. Akbar sejak awal melihat ini sebagai islah yang tak jelas.
Sama dengan Akbar, sejumlah pengamat politik punya pandangan serupa. Islah parsial ini semakin jelas sebagai sebuah kepalsuan, kalau tak mau disebut abal-abal.
"Ini islah palsu, demi kekuasaan pura-pura islah. Nanti hasil pemimpinnya juga palsu, tidak loyal ke rakyat tapi loyal ke salah satu kubu saja," kata pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio.
Jika terus menerus terbuai kepalsuan, menurut Hendri, Golkar bakal kian jatuh. "Padahal sebagai parpol paling mature saat ini sebaiknya Golkar memberi contoh dan segera memperbaiki kinerja politiknya," katanya.
Lalu apa ujung islah Golkar yang penuh kepalsuan ini? (van/nrl)











































