Begini Cara Kerja Tim Pengawas Intelijen yang Digagas Komisi I DPR

Begini Cara Kerja Tim Pengawas Intelijen yang Digagas Komisi I DPR

Indah Mutiara Kami - detikNews
Selasa, 16 Jun 2015 12:40 WIB
Begini Cara Kerja Tim Pengawas Intelijen yang Digagas Komisi I DPR
Mahfudz Siddiq (Foto: Lamhot A / detikcom)
Jakarta - Komisi I DPR berencana membentuk tim pengawas intelijen yang beranggotakan anggota tiap-tiap fraksi. Nantinya, tim ini bisa menginvestigasi operasi intelijen yang dianggap menyimpang.

"Tim pengawas ini sesuai dengan UU dan aturan DPR, pertama, adalah dia melakukan pengawasan khusus terhadap pelaksanaan tugas kewenangan BIN," kata Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/6/2015).

Mahfudz menyadari bahwa tim ini memang tidak bisa masuk ke sistem BIN terlalu dalam karena BIN bekerja secara tertutup. Tim ini bekerja ketika ada hal-hal yang diindikasikan menyimpang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ada satu operasi intelijen terindikasi melanggar UU atau menyalahi kewenangan, maka tim pengawas bisa bekerja melakukan investigasi. Tapi investigasi dilakukan tertutup dan menjaga kerahasiaan informasi," ucap politikus PKS ini.

Cara kerja tim ini tergantung kasus intelijen yang akan ditangani. Mahfudz memastikan bahwa tim ini akan kredibel dan bisa menjaga kerahasiaan operasi.

"Tim ini mewakili setiap fraksi, ditambah pimpinan komisi. Dia diangkat dan diambil sumpahnya dalam paripurna, salah satunya menjaga kerahasiaan data informasi intelijen. Jadi tidak sembarangan," ucapnya.

Sebelumnya, Kekhawatiran sempat muncul apabila anggota pengawas itu menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan politis. Kekhawatiran ini pun sempat diungkapkan oleh mantan Kepala BIN Hendropriyono.
"Saya bukan mau bilang setuju atau tidak setuju. Tapi harus hati-hati memilih anggotanya karena posisi ini bersentuhan dengan rahasia negara. Kalau anggotanya (pengawas) ganti-ganti, mana ada lagi rahasia negara?" ungkap Hendropriyono saat berbincang di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu malam (14/6/2015).

(imk/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads