Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan berharap oknum yang berdinas di satuan Polisi Perairan (Polair) tersebut ditindak tegas.
"Ah, itu pecat saja, nggak ada ampun," kata Anton di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BNN menangkap bapak dan anaknya tersebut Minggu (14/6) lalu sekitar pukul 06.30 WIB, di Jl. Umar Damanik No 67, Tanjung Balai Selatan, Sumatera Utara. Pengungkapan merupakan hasil pengembangan terkait pengungkapan kasus setengah juta butir inex yang dilakukan BNN.
Berdasarkan penyelidikan petugas BNN, diketahui ada sebuah boat yang akan berangkat ke Malaysia untuk membawa sabu. Nakhoda yang membawa boat tersebut berinisial SHD dan 2 anak buah kapal. Mereka berangkat dari Tanjung Balai ke Malaysia pada Selasa (9/6). Perjalanan menempuh waktu satu malam, artinya mereka akan tiba keesokan harinya di Malaysia.
Nakhoda dan dua ABK kapal cepat kembali berlabuh keesokan harinya. Namun, karena ada permasalahan di lautan, boat pembawa sabu tersebut baru tiba pada Sabtu (13/5/2015).
Tiba kembali di Tanjung Balai, nakhoda kapal berinisal SHD diminta untuk menyerahkan sabu ke oknum polisi berinisial MTB. Hasil penyelidikan akhirnya anggota BNN membekuk MTB dan anaknya RM. Sementara SHD melarikan diri dan masih dalam pengejaran. (ahy/mok)











































