Oknum Polisi dan Anaknya Bawa10 Kg Sabu, Mabes Polri: Pecat Saja!

Oknum Polisi dan Anaknya Bawa10 Kg Sabu, Mabes Polri: Pecat Saja!

Andri Haryanto - detikNews
Selasa, 16 Jun 2015 10:17 WIB
Oknum Polisi dan Anaknya Bawa10 Kg Sabu, Mabes Polri: Pecat Saja!
Jakarta - Seorang oknum bintara tinggi berinisial MTB dan anaknya RM, ditangkap satuan Tindak Kejar Badan Narkotika Nasional (BNN) di Tanjung Balai. Keduanya diduga terlibat sindikat peredaran narkoba internasional. Barang bukti yang diamankan dari tangan mereka tidak sedikit, 10 kilogram sabu.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan berharap oknum yang berdinas di satuan Polisi Perairan (Polair) tersebut ditindak tegas.

"Ah, itu pecat saja, nggak ada ampun," kata Anton di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anton mengatakan, Polri tidak akan segan menjatuhkan sanksi berat sampai dengan pemecatan bila didapati oknum polisi melakukan pidana narkotika. Apalagi bila diketahui oknum tersebut adalah pengedar atau sindikat.

BNN menangkap bapak dan anaknya tersebut Minggu (14/6) lalu sekitar pukul 06.30 WIB, di Jl. Umar Damanik No 67, Tanjung Balai Selatan, Sumatera Utara. Pengungkapan merupakan hasil pengembangan terkait pengungkapan kasus setengah juta butir inex yang dilakukan BNN.

Berdasarkan penyelidikan petugas BNN, diketahui ada sebuah boat yang akan berangkat ke Malaysia untuk membawa sabu. Nakhoda yang membawa boat tersebut berinisial SHD dan 2 anak buah kapal. Mereka berangkat dari Tanjung Balai ke Malaysia pada Selasa (9/6). Perjalanan menempuh waktu satu malam, artinya mereka akan tiba keesokan harinya di Malaysia.

Nakhoda dan dua ABK kapal cepat kembali berlabuh keesokan harinya. Namun, karena ada permasalahan di lautan, boat pembawa sabu tersebut baru tiba pada Sabtu (13/5/2015).

Tiba kembali di Tanjung Balai, nakhoda kapal berinisal SHD diminta untuk menyerahkan sabu ke oknum polisi berinisial MTB. Hasil penyelidikan akhirnya anggota BNN membekuk MTB dan anaknya RM. Sementara SHD melarikan diri dan masih dalam pengejaran. (ahy/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads