โSidang itsbat, jam 16.00 WIB. Kita akan mengundang ulama, para pimpinan ormas islam dan pakar astronomi untuk melakukan musyawarah dan melihat hisab masing-masing kita," ujar Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin kepada wartawan di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/6).
Menurut Lukman, tak ada perubahan berarti dalam penentuan 1 Ramadan tahun ini. Kemenag sendiri telah menegaskan masing-masing orang dari seluruh provinsi di Indonesia untuk mengamati hilal.
"Setelah maghrib, kita kan memusatkan sejumlah orang untuk mengamati hilal. Kemungkinan dua saja, kalau ada yang bisa melihat hilal, maka besoknya 1 Ramadan. Tapi kalau setelah maghrib tidak ada satupun yang bisa melihat hilal, maka Sya'ban digenapkan 30, sehingga 1 Ramadhan baru lusanya," kata Lukman.
"Jadi penentuan 1 Ramadan tergantung bagaimana musyawarah besok," jelasnya.
Sebelumnya Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadan jatuh pada Kamis 18 Juni. (rni/dra)











































