Teknologi RFID untuk Busway, DPRD ke Ahok: Jangan Coba-coba Terus

Teknologi RFID untuk Busway, DPRD ke Ahok: Jangan Coba-coba Terus

Ayunda W Savitri - detikNews
Selasa, 16 Jun 2015 07:51 WIB
Teknologi RFID untuk Busway, DPRD ke Ahok: Jangan Coba-coba Terus
Ilustrasi
Jakarta - Berbagai cara telah dilakukan Pemprov DKI dalam hal menjaga busway steril dari kendaraan lain bukan bus TransJ. Meski belum berhasil, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) enggan patah arang.

Kali ini, Ahok berencana akan menerapkan bantuan teknologi berupa RFID (Radio Frequency Identificatin) di palang yang tersebar di sejumlah jalur khusus TransJ. Bagaimana tanggapan DPRD DKI terhadap rencana tersebut?

"Jangan coba-coba tapi harus punya kajian tersendiri karena sampai sekarang belum ada solusinya agar kendaraan bermotor tidak lewat busway. Tapi perlu diuji dulu efektifitas anggaran yang digunakan, harus ada uji coba," kata Ketua Fraksi D yang membidangi Pembangunan di DPRD DKI, Mohamad Sanusi, saat dihubungi detikcom, Senin (15/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut politisi Gerindra itu, Pemprov harus mempertimbangkan baik-baik sistem yang akan diterapkan nantinya. Sebab, apabila sistem kebijakan yang diterapkan kerap berubah-ubah tidak akan membuat para pengguna kendaraan pribadi jera apalagi takut menerobos busway.

"Pertimbangan-pertimbangan itu perlu dalam penggunaan APBD, jangan ganti-ganti terus. Ya mudah-mudahan dikaji dulu dengan baik," sambungnya.

Sanusi juga menyebut pentingnya kerjasama antara Pemprov dengan pihak kepolisian. Namun, dia meminta agar para petugas bisa terus konsisten menilang penerobos jalur khusus itu.

"Langsung tilang di tempat. Kasus (penilangan) itu harus konsisten, jangan sekarang ada terus besok nggak ada lagi," kata Sanusi.

Menurut dia, selain meningkatkan hukum juga perlu diperhatikan standar pelayanan dari PT Transportasi Jakarta itu sendiri. Terutama dengan jarak kedatangan bus (headway) yang berdekatan secara otomatis dapat mengurangi upaya kendaraan lain masuk ke busway.

"Yang perlu diperhatikan lagi mobilisasi bus yang konstan, sehingga orang tidak bisa masuk (busway). Orang merasa jalur biasa macet terus bus (di busway) nggak lewat-lewat, ya orang pilih lewat sana. Yang paling penting bagaimana standarisasi SOP tercapai, di mana setiap 5 menit sekali ada bus. Sehingga, orang tanpa dipaksa juga tidak akan melewati," pungkasnya.

Sebelum ini, Ahok berencana akan mencoba terapkan RFID. Dengan sistem sensor yang terpasang di badan bus nanti, maka palang busway tidak lagi bisa sembaranagn dimasuki kendaraan lain. Terlebih, dengan separator yang rencananya juga akan ditinggikannya kelak.

"Kita mau pasangin nanti ada RFID (Radio-frequency identification). Jadi bus itu tempelin, dia buka sendiri. Terus separator mau kita tinggikan," kata Ahok di Balai Kota, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (11/6) lalu.

"Yang penting kita akan hantam semua. Terus kita akan tutup. Dia mau masuk harus buka tutup, buka tutup," sebutnya. (aws/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads