"Jadi saudara IW ini adalah guru Paskibra, guru honorer di SDN di Cengkareng. Korbannya ada 4 anak SD," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada wartawan di ruangannya, Senin (15/6/2015).
Krishna menerangkan, modus tersangka yakni dengan mengajak anak-anak perempuan yang berlatih Paskibra turun ke bawah tangga sekolah untuk istirahat. Alasannya untuk pengecekan kesehatan.
"Tetapi bukannya dicek kesehatan, namun faktanya dibuka roknya lalu dimasukan kemaluannya," ungkapnya.
Korban rata-rata berusia 14-15 tahun yang masih duduk di kelas V. Polisi masih mendalami keterangan tersangka untuk mengungkap lebih jauh.
"Sekarang kita periksa yang bersangkutan kita jerat dengan Undang-Undang Peerlindungan Anak," kata Krishna.
Ia menambahkan, kasus tersebut terbongkar setelah salah satu guru melaporkannya ke polisi. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku sudah melakukan aksi bejatnya sejak Maret-Mei 2015. (mei/ega)











































