Pendekatan kemanusiaan dianggap penting pasalnya Agus seringkali memberikan keterangan yang berubah ubah sehingga menyulitkan proses penyidikan. Selain itu, kondisi Agustinus yang terlihat sedang shock membuat polisi harus lebih humanis.
“Agus terlihat shock ya. Perlu pendekatan humanism pada tersangka Agus sehingga bisa membantu kepolisian dalam mengungkap keterangan yang sebenarnya,” kata Komisioner Kompolnas Edi Hasibuan yang datang bersama Hamidah Abdurrahman usai menemui Agustinus di Mapolda Bali, Senin (15/6/2015) malam.
Kompolnas yang tiba di Mapolda Bali sekitar pukul 16.00 wita baru keluar dari ruang Ditreskrimum Polda Bali sekitar pukul 20.30 wita. Kedua komisioner Kompolnas itu menilai jika kasus ini merupakan tantangan berat bagi pihak kepolisian.
Selain tekanan dan opini publik yang terus mengejar supaya pihak kepolisian segera mengungkap kasus ini dengan cepat, kepolisian juga dituntut untuk tetap profesional dalam penanganan kasus pembunuhan Engeline ini.
“Tantangan bagi reserse yang berat dan butuh profesionalisme dari kepolisian. Saya kira penanganan kasus ini tidak lambat, tapi bagaimana ini bisa lebih hati-hati dan lebih cepat dalam menemukan fakta baru,” tutupnya.
Dijadwalkan, besok pagi Selasa (16/6/2015) Kompolnas akan mengunjungi Polresta Denpasar untuk bertemu dengan pucuk pimpinan disana. (ega/ega)











































