"Jadi (anak) itu menabrak kereta di jalur rel luar stasiun. Masinis sudah sesuai SOP (Standard Operating Procedure) dan tidak ada yang dilanggar. Di jalur rel memang tidak diperkenankan orang untuk lalu lalang karena kereta tidak mungkin berhenti tiba-tiba," ujar Humas PT KCJ, Eva Chairunisa, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (15/6/2015).
"Masyarakat harus berhati-hati. Artinya, tidak berjalan di jalur rel," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak-anak yang suka main di jalur rel ini mesti disosialisasikan terus mungkin nanti sama pemkot setempat, pemerintah dan pemuka warga agar tidak main-main dekat jalur rel. Sosialisasi juga akan terus kita tingkatkan," kata Eva.
"Biasanya kita ke pemukiman-pemukiman dekat jalur rel. Biasanya dalam bentuk kegiatan bersama dan memaparkan bahayanya main di jalur rel kereta," tambahnya.
Dia juga menyebut pihaknya akan sosialsisasi ke sekolahan. Sebab, umumnya yang sering bermain di perlintasan kereta adalah anak-anak sepulang sekolah.
"Sosialisasi juga ke sekolah-sekolah. Kita juga mengimbau agar mereka tidak melakukan penimpukan (kereta dengan batu). Selain bisa membahayakan penumpang, mayoritas yang tertangkap itu anak-anak dan motifnya pun hanya iseng," tutup Eva.
Informasi tertabraknya laki-laki ini juga dikicaukan oleh TMC Polda Metro Jaya melalui akun Twitter. "Kecelakaan seorang laki-laki tertabrak kereta di perlintasan KA Jembatan Gantung, Cengkareng, #Jakbar dan masih penanganan #Polri," cuitnya pada pukul 20.42 WIB.
Hingga saat ini pihak kepolisian masih berupaya mengidentifikasi anak tersebut. Belum diketahui secara pasti kondisi terkini anak itu. (aws/ega)










































