Risma dan Tamatnya Dolly: Saya Ingin Mereka Berubah secara Alamiah

Revolusi Kota

Risma dan Tamatnya Dolly: Saya Ingin Mereka Berubah secara Alamiah

Zainal Effendi - detikNews
Senin, 15 Jun 2015 17:04 WIB
Risma dan Tamatnya Dolly: Saya Ingin Mereka Berubah secara Alamiah
dok
Surabaya - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, lega setelah menutup sejumlah lokalisasi, termasuk Dolly dan Jarak. Namun masih ada 'PR' yang harus dituntaskan. Dia ingin perubahan berjalan alamiah.

"Kita alamiah saja sebenarnya. Kita tidak mau merevolusi, karena kalau dipaksakan akan terjadi ada gap perasaan, saya tidak mau seperti itu," kata Risma, panggilan akrab Tri Rismaharini, kepada detikcom, Senin (15/6/2015).

Proses perubahan mengalir apa adanya. Warga dan penghuni lokalisasi berubah atas kemauan sendiri. "Sudah bergerak pelan-pelan. Saya yakin mereka akan tahu kenapa ditutup," imbuhnya.

Walikota perempuan pertama alam sejarah pemerintahan Kota Surabaya ini mengungkapkan salah satu alasan lain penutupan lokalisasi yang konon terbesar di Asia Tenggara tersebut yakni indeks perkembangan manusa (IPM) yang sangat rendah. Penutupan diyakini akan meningkatkan IPM di eks lokalisasi Dolly dan Jarak sehingga sejajar dengan kawasan lain.

"Mereka di kawasan tengah kota tapi IPM-nya sangat rendah, salah satu penyebabnya lokalisasi. Tapi saya yakin akan sejajar seiring perkembangan Surabaya yang terus bertumbuh," ujar Risma.

Risma tidak mengelak ada hambatan dalam meningkatkan perekonomian warga. Sebab, sebelumnya warga bergantung pada lokalisasi yang perputaran perekonomiannya sangat cepat.

"Dibandingkan dengan lokalisasi lainnya pasti ada hambatan karena kondisi dan lingkungannya berbeda," pungkas Risma.

Menutup lokalisasi jelas bukan perkara mudah. Risma butuh waktu 5 tahun atau satu kali masa jabatan untuk menutup5 lokalisasi. Dupak Bangunsari adalah lokalisasi perdana yang ditutup Risma, yakni pada 21 Desember 2012. Sebanyak 163 pekerja seks yang tersebar di 61 wisma dan 50 mucikari dialihprofesikan. Berikutnya, lokalisasi Tambakasri di Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, pada 28 April 2013.

Setelah itu, Risma menutup 2 lokalisasi di kawasan Surabaya Barat yakni, Moroseneng dan Klakah Rejo. 2 Lokalisasi yang dihuni sekitar 350 PSK dan 90 mucikari ini ditutup 22 Desember 2013. Terakhir, Dolly ditutup pada 18 Juni 2014. Kini kawasan-kawasan itu tengah ditata ulang. (ze/try)


Berita Terkait