Siang ini, Senin (15/6/2015), Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok), bertemu dengan ketiga tim pemenang di Balai Kota, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus. Dalam pertemuan tersebut, Ahok mendengarkan presentasi dari ketiga pemenang lomba terkait produk yang mereka buat.
"Itu waktu City Summit Bank Dunia memberikan hadiah pada pemenang, orang-orang yang mencari solusi buat kota, jadi mereka tiga tim ini saya pikir kan anak-anak pinter dan orang-orang kita semua ini," ujar Ahok di Balai Kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pengen smartcity orang mau tahu apapun masuk ke Jakarta ketahuan. Bisa lihat PKL mana yang lolos BPOM, tempat makan mana yang aman," tambahnya.
Adapun, Squee Mobile App sebagai juara pertamaย menawarkan solusi berupa aplikasi navigasi yang memberikan saran rute perjalanan melalui jalan tikus yang menghindari padatnya kendaraan bermotor. Kemudian, untuk pemenang kedua yakni kelompok Jalan Aman (Safe Passage) yang mengeluarkan aplikasi mobile yang berfokus pada keamanan dari komuter wanita di ibu kota. Dengan aplikasi tersebut, pengguna dapat berbagi informasi mengenai lokasi dan melapor bila mengalami tindak kejahatan kepada sesama pengguna.
Selanjutnya, pemenang ketiga Cylist Urban System (CUS), sebuah kelompok yang meluncurkan aplikasi bagi pengendara sepeda di Jakarta. Aplikasi tersebut memberikan solusi bagi pesepeda Jakarta untuk dapat mudah memarkirkan sepedanya, berganti pakaian, membeli minuman, memperbaiki sepeda serta memberikan informasi rute yang aman.
Meski telah memenangkan lomba, Ahok mengaku aplikasi yang ditawarkan belum seperti apa yang dia inginkan. Sehingga dia belum dapat memastikan ketiga juara dapat ikut serta dalam program smart city.
"Yang saya mau kan orang loncat mau naik bus naik apa naik taksi jadi kita kayak waze. Itu belum tentu bisa (gabung dengan smart city), itu kan mereka juga baru menang, belum bikin aplikasi, tapi minimal anak-anak pinter ini kami bisa kasih semangat," jelas Ahok.
(tfn/rvk)











































