Bagaimana Kabar Terkini Eks PSK Dolly? Begini Cerita Pak Lurah

Revolusi Kota

Bagaimana Kabar Terkini Eks PSK Dolly? Begini Cerita Pak Lurah

Zainal Effendi - detikNews
Senin, 15 Jun 2015 16:41 WIB
Bagaimana Kabar Terkini Eks PSK Dolly? Begini Cerita Pak Lurah
za
Surabaya -

Tidak hanya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang antusias menutup lokalisasi dan kembali mengangkat perekonomian warga, tapi juga pejabat di bawahnya. Salah satunya adalah Bambang Hartono, Lurah Putat. Ini cerita dia saat menikahkan PSK dan ditelepon eks PSK.

"Ada 3 wanita harapan di Jarak yang saya kawinkan sah secara hukum dan agama," ujar Bambang kepada detikcom, Senin (15/6/2015).

Bambang menceritakan, pernikahan dilakukan setelah ada informasi dari pengurus RT setempat bahwa ada warga yang ingin menikahi PSK. "Dari situ mereka saya panggil ke kantor untuk memastikan mereka bisa saling menerima," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua mempelai sama-sama tidak mempermasalahkan status dan latar belakang. "Tujuannya agar di masa depan baik pria dan wanitanya tidak menyesal, khususnya si pria. Dan alhamdulillah mereka bisa saling menerima," lanjut Bambang.

Bambang mengaku menerima banyak pesan singkat dan telepon dari mantan PSK yang insaf pasca penutupan Dolly dan Jarak pertengahan Juni 2014 lalu. Mereka selalu meng-update kabar dengan menelepon Bambang.

"Banyak yang memberikan kabar dan mengucapkan terima kasih karena ketrampilan yang diberikan sangat berguna. Ada juga yang mengucapkan terima kasih bimbingan ke jalan yang benar, sehingga bisa hidup bahagia bersama suami dan keluarga," pungkas Bambang.

Di kesempatan terpisah, Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono, mengatakan penutupan Dolly setahun lalu ibarat memadamkan api. Saat ini, api sudah padam. Selanjutnya diperlukan langkah konkrit pemberdayaan.

"Itu tugas yang tidak mudah," kata Adi yang mengaku mendukung penutupan Dolly tersebut.

Adi yang juga menjabat wakil Ketua DPC PDIP Surabaya, pemkot tidak boleh pilih kasih. Jangan hanya warga eks Dolly dan Jarak yang diperhatikan, tapi juga lokalisasi yang sebelumnya ditutup seperti Morokrembangan, Dupak Bangunsari, dan lain-lain.

"Dibutuhkan satu skema menuju kehidupan ekonomi yang lebih terang. Karena pemkot sudah terlanjur basah dan menghabiskan puluhan miliar, maka rencana itu jangan nanggung," tegasnya.

"Yang kita butuhkan pemberdayaan bukan hanya memberi," pungkas Awi.

Setelah Dolly ditutup, eks penghuni dan warga sekitar mulai 'hijrah'. Ada yang beralih profesi dan membuka usaha baru. Sementara, sebagian wisma yang dulu dipakai sebagai 'etalase' PSK dibeli Pemkot dan akan digunakan untuk tempat pelatihan. Salah satu wisma diproyeksikan menjadi kantor polisi.

(ze/try)


Berita Terkait