“KPK itu kan lembaga yang berintegritas, calonnya juga harus yang memiliki integritas. Tapi kenapa malah calonnya tak dibuka ke publik?” kata peneliti ICW Emerson Yuntho, Senin (15/6/2015).
Emerson menyampaikan, baik memang tujuan Pansel mencari calon-calon terbaik. Tapi lebih baik lagi agar publik dilibatkan memelototi calon-calon pimpinan KPK.
“KPK milik Indonesia, jangan sampai ada calon susupan atau titipan. Jangan sampai KPK diisi mereka yang tak berintegritas,” tutur dia.
Yang dilupakan Pansel KPK selama ini partisipasi publik, jadi bisa dilihat kurang gaungnya gerak mereka.
“Sekali lagi, publik harus diajak berpartisipasi. Publik harus tahu siapa calon pimpinan KPK, jangan malah ditutup-tutupi, aneh,” tutup Emerson.
(nal/dra)











































