Pertobatan Sukarno, Mantan 'Bos' di Lokalisasi Jarak Jadi Juragan Akik

Revolusi Kota

Pertobatan Sukarno, Mantan 'Bos' di Lokalisasi Jarak Jadi Juragan Akik

Zainal Effendi - detikNews
Senin, 15 Jun 2015 14:11 WIB
Pertobatan Sukarno, Mantan Bos di Lokalisasi Jarak Jadi Juragan Akik
zaina
Surabaya - Sukarno adalah satu warga yang memiliki 4 wisma di lokalisasi Jarak (sekitar Dolly) sebelum akhirnya resmi ditutup Pemkot. Kini pria setengah baya ini 'tobat' dan menjadi seorang pengusaha batu akik meski awalnya sempat frustasi pasca lokalisasi Jarak ditutup.

Sejak berembus kabar lokalisasi akan ditutup, pria yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua RW ini sudah membuat woro woro pada para PSK dan pegawai wisma akan menutup usahanya dengan alasan sebagai salah satu pengurus kampung harus memberikan contoh dan mengawali sesuatu yang baik pada warganya.

"2 bulan setelah ditutup total, semuanya sepi. Tidak ada yang berani buka yang membuat banyak yang 'makan' (jual) televisi dan 'makan' semuanya agar tetap bisa makan serta bertahan hidup," ungkap Sukarno kepada detikcom, Sabtu (13/6/2015).

Merasa situasi aman, beberapa pemilik wisma mengalihfungsikan wismanya menjadi rumah musik dan langkah tersebut diikuti Sukarno.

"Setelah buka rumah musik, tetap tidak ada pengunjung. Karena, tiap hari selalu ada penertiban yang menyatakan seluruh aktivitas di lokalisasi dilarang termasuk mendirikan rumah musik," ujar dia.

Hal tersebut membuat bapak dua anak ini kembali 'memeras' otaknya untuk membuat usaha dan dipilihlah usaha batu akik yang lagi booming. Meski penghasilannya dibandingkan saat membuka wisma turun drastis, Sukarno akan berusaha menekuni usaha halalnya tersebut.

"Saya baru 21 hari bisnis batu akik dengan membuat mesin potong dan poles batu kreasi sendiri dengan omzet kotor per hari hingga Rp 1,5 juta dibandingkan omzet bersih saat wisma buka sekitar Rp 5 juta," tegas dia.

Sukarno bercita cita mulia bagi anaknya yang juga seorang atlet Judo. Ia tidak ingin anak yang hidup di lokalisasi itu tidak mempunyai masa depan yang cerah.

"Saya punya pegangan hidup, jangan sampai anak lokalisasi itu kalah dengan anak-anak yang di luar sana. Anak saya sendiri yang terus saya dorong dan ingin saya jadikan contoh. Ini lho, meski anak lokalisasi tapi juga bisa berprestasi," katanya sambil menambahkan anak bungsunya saat ini sedang berada di Puslatda untuk dipersiapkan sebagai kontingen Judo Jatim.

(ze/try)




Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads