IPDN Jatinangor Ditunjuk Jadi Pusat Pembelajaran Revolusi Mental

IPDN Jatinangor Ditunjuk Jadi Pusat Pembelajaran Revolusi Mental

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 15 Jun 2015 13:24 WIB
IPDN Jatinangor Ditunjuk Jadi Pusat Pembelajaran Revolusi Mental
Sumedang - Mendagri Tjahjo Kumolo menunjuk kampus Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor menjadi pusat pembelajaran revolusi mental. Langkah tersebut sejalan dengan program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"IPDN ini menjadi pusat revolusi mental pemerintahan dalam negeri," kata Tjahjo usai menghadiri upacara pelantikan Pamong Praja Muda IPDN yang berlangsung di kampus IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (15/6/2015).

Sebanyak 1.974 Pamong Praja Muda Pamong Praja Muda IPDN angkatan XXII yang dilantik terdiri 1.384 lelaki dan 590 perempuan. Tjahjo menyebut seluruh lulusan IPDN yang dikukuhkan itu sudah mengikuti pendidikan revolusi mental.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tjahjo memaparkan alasan soal revolusi mental perlu dimiliki para calon aparatur pemerintahan yang studi di IPDN sebelum mengabdi di lingkungan masyarakat. "Ada dua hal. Pertama, kita ingin mempercepat proses reformasi birokrasi. Kedua, tujuannya untuk membangun sistem dan tata kelola pemerintahan bersih, efektif dan taat hukum," tuturnya.

Presiden Jokowi, sambung Tjahjo, mengarahkan agar semua PNS harus bisa melayani masyarakat dan melakukan contoh teladan dalam upaya revousi mental aparatur pemerintahan.

"Jadi, sebelum diwisuda dan dilantik, mereka (Pamong Praja Muda) sudah mengikuti pendidikan apa itu revolusi mental. Mereka merupakan kader pelopor revolusi mental," kata Tjahjo.

Rektor IPDN Suhajar Diantoro mengatakan untuk menindaklanjuti visi dan misi pemerintahan melalui program Tri Sakti dan Nawa Cita, IPDN telah memberikan pembekalan khusus kepada seluruh Pamong Praja yang dilantik Jokowi hari ini. Pembekalan berupa materi revolusi mental ini sebagai bagian operasionalisasi program pemerintahan guna penyiapan kader pemimpin pemerintahan dalam negeri yang siap bertugas di seluruh wilayah Indonesia.

"Kita menambahkan modul pembelajaran yang berkaitan dengan langkah-langkah dan kebijakan presiden. Dalam bentuk pembelajarannya, karena ini instan, selama satu pekan mereka mengikuti pembengkalan kader revolusi mental. Sehingga saat mereka turun ke lapangan, semuanya sudah sama visi dan misi," ujar Suhajar.

Pendidikan revolusi mental ini dipastikan Suhajar tetap berlaku di kampus IPDN pada masa mendatang. "Tahun berikutnya, kita jadikan (materi revolusi mental) modul untuk masuk pembelajaran," kata Suhajar. (ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads