Marciano Norman: Sutiyoso Sosok yang Tepat Jadi KaBIN

Marciano Norman: Sutiyoso Sosok yang Tepat Jadi KaBIN

Hardani Triyoga - detikNews
Senin, 15 Jun 2015 10:57 WIB
Marciano Norman: Sutiyoso Sosok yang Tepat Jadi KaBIN
Jakarta - Letnan Jenderal (Purn) Sutiyoso dicalonkan Presiden Joko Widodo menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (KaBIN) untuk menggantikan Marciano Norman. Marciano menghormati keputusan Jokowi.

"Saya hormati prerogatif Presiden selaku kepala negara telah melalui satu proses yang sangat cermat dan matang. Dan, pada akhirnya Presiden tentukan pilihanya pada Sutiyoso untuk jadi KaBin yang akan menggantikan saya," kata Marciano di Nusantara II, komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (15/6/2015).

Dia menilai Sutiyoso sebagai sosok yang tepat untuk memimpin BIN. Ia yakin mantan Pangdam Jaya itu bisa membawa BIN untuk menjawab tantangan dan mendukung kinerja pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya rasa Sutiyoso sosok tepat saat sekarang ini yang dapat membawa BIN mampu mengatasi tantangan dinamis dan berikan dukungan seoptimal mungkin pada pemerintah program kerja Presiden agar dapat mencapai sasaran," sebut purnawirawan jenderal bintang tiga itu.

Lantas, apa pekerjaan rumah buat Sutiyoso jika sudah resmi menjabat KaBIN?

Beberapa masukan diberikan Marciano. Salah satunya penguatan lembaga BIN dari segi sumber daya manusia (SDM).

"Yang saya sarankan itu tentu penguatan di BIN. Penguatan itu dari sisi kualitas SDM dan peningkatan alat peralatan khusus dimiliki oleh BIN. kita mampu berkoordinasi kolaborasi dengan mitra counter kita baik BIN di kawasan atau di dunia dalam menghadapi ancaman global," ujarnya.

Terkait ancaman global yang dimaksud Marciano adalah BIN harus bisa mengantisipasi langkah komprehensif untuk menangkal ancaman kelompok radikal.

"Ancaman global yang dirasakan adalah harus mampu menerapkan satu langkah yang komprehensif dalam menangkal ancaman dari kelompok radikal. Di Indonesia ada kelompok radikal. Diharapkan ini dapat kita tekan dan tidak ada link up dengan negara lain yang pada akhirnya ciptakan instabilitas," sebutnya. (hat/trq)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini