Presiden: Pamong Praja Harus Libatkan Rakyat dalam Revolusi Mental

Presiden: Pamong Praja Harus Libatkan Rakyat dalam Revolusi Mental

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Senin, 15 Jun 2015 10:34 WIB
Presiden: Pamong Praja Harus Libatkan Rakyat dalam Revolusi Mental
Jakarta - Presiden Jokowi melantik 1.974 wisudawan Pamong Praja Muda lulusan IPDN angkatan XXII tahun 2015. Jokowi berpesan kepada para wisudawan untuk melayani rakyat saat bekerja.

"Para pamong praja harus bisa memperbaharui kembali komitmen bersama mewujudkan pamong praja yang mau mencintai rakyat, bekerja gotong royong bersama-sama rakyat, mampu melayani rakyat dan bukan dilayani rakyat," ujar Jokowi dalam keterangan tertulis yang disampaikan Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki, Senin (15/6/2015).

Untuk mewujudkan hal tersebut maka ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan penting. Pertama adalah membangun komitmen dan ketauladan para pemimpin dan seluruh aparatur negara. Aparatur negara harus bisa menjadi contoh dari perubahan dan pembangunan karakter bangsa dalam masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kedua, revolusi mental harus bisa menjadi sebuah gerakan kolektif rakyat yang melibatkan partisipasi seluruh rakyat. Rakyat harus menjadi bagian dalam revolusi mental," imbuh presiden dalam keterangan tersebut.

Teten kemudian menyampaikan Presiden Jokowi menaruh harapan besar kepada para Pamong Praja. Menurut Jokowi, kata Teten, fungsi Pamong Praja harus sesuai dengan cita-cita Bung Karno yakni membangun karakter dan bangsa (nation and character building).

"Membangun suatu negara, membantu ekonomi, membangun teknik, membangun pertahanan adalah pertama-tama dan tahap utamanya membangun jiwa bangsa. Bahkan keberlangsungan hidup suatu bangsa ditentukan oleh kemampuan menjaga jiwa bangsa," kata Jokowi. (bpn/mok)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini