Pada Pengacara, Agustinus Mengaku Diancam Mati

Pada Pengacara, Agustinus Mengaku Diancam Mati

Putri Akmal, - detikNews
Senin, 15 Jun 2015 10:31 WIB
Pada Pengacara, Agustinus Mengaku Diancam Mati
repro TVOne
Denpasar - Haposan Sihombing, pengacara tersangka pembunuhan Engeline Christina Megawe (nama sesuai akta pengangkatan anak) Agustinus Tai (25), menyatakan kliennya mengaku diancam oleh Margriet Ch Megawe dan diminta diam serta tidak membocorkan rahasia. Ancaman itu tak hanya keluar dari Margriet tapi juga dilakukan oleh seorang laki-laki melalui telepon.

“Sambil bawa parang Margriet mengancam Agus dengan kata-kata diam kamu, ini rahasia kita. Kamu diam atau mati atau kita sama sama mati,” jelas Haposan menirukan pengakuan  Agustinus saat ditemui di Mapolda Bali, Senin (15/6/2015).

Saat itu ancaman ini dikeluarkan Margriet pada Agus karena Margriet menganggap Agus tak becus bekerja. Namun anehnya, pasca Agus dipecat oleh Margriet pada 25 Mei, Agus tetap mendapat ancaman keras yang sama dan berulang ulang melalui telepon tapi dilakukan oleh orang berbeda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ada telepon lagi selepas Agus dipecat dia mengancam, kamu diam atau mati atau kita sama-sama mati. Ancaman ini beberapa kali sampai Agus ganti dan patahkan nomor sim cardnya. Yang telepon seorang laki-laki, penyidik sudah mengetahui tentang hal itu,” ungkap Haposan.

Namun ketika didesak ancaman ini berhubungan dengan kasus apa, pihak kuasa hukum menyatakan jika hal ini masih samar. Haposan menegaskan, adanya ancaman ini yang akhirnya membuat Agustinus kerap melakukan keterangan yang berubah ubah.

“Belum tahu ini rahasia yang dimaksud untuk tidak dibocorkan dalam hal apa. Apakah ancaman yang dimaksud adalah yang mengarah pada pembunuhan atau yang lain kita belum tau, masih diselidiki lagi,” pungkasnya.

Keterangan dari Haposan, Agustinus dikenalkan dan diajak bekerja di rumah Margriet oleh seorang laki-laki yang bernama Adi. Adi merupakan teman Agus yang masih satu daerah dengannya. Agus yang kini dijadikan tersangka dari kasus pembunuhan Engeline itu bekerja di rumah Margriet mulai 23 April hingga 25 Mei. (dra/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads