Bebaskan Sandera, Deplu Aktifkan Tim Penanggulangan Krisis

Bebaskan Sandera, Deplu Aktifkan Tim Penanggulangan Krisis

- detikNews
Sabtu, 19 Feb 2005 13:31 WIB
Jakarta - Departemen Luar Negeri (Deplu) telah mengaktifkan Tim Penanggulan Krisis untuk segera membebaskan dua wartawan Metro TV yang di sandera di Irak. Deplu juga telah meminta tokoh-tokoh masyarakat baik di dalam negeri maupun negara-negara Arab untuk membebaskan dua WNI tersebut.Demikian penjelasan Juru Bicara Deplu Marty Natalegawa dalam jumpa pers di Kantor Deplu Jl. Pejambon Jakarta, Sabtu,(19/2/2005)."Dalam penanganan ini pertama yang terpenting kita telah mengetahui dan memastikan keduanya sebagai sandera. Dari tayangan pihak-pihak yang mengirimkan rekaman ke Deplu mereka dalam kondisi yang baik tapi masih dalam konfirmasi lagi. Kedua sepanjang hari kemarin dan hari ini kita telah mengaktifkan adanya berbagai seruan dari beberapa pihak untuk membebeskan dua WNI ini," kata Marty.Menurut Marty, selain seruan dari Presiden juga telah ada seruan dari keluarga masing-masing, Ketua MPR dan tokoh masyarakat lain. Deplu juga telah mengaktifkan tim penanggulangan krisis. Tim ini diaktifkan dalam kondisi-kondisi tertentu seperti contohnya dalam pembebasan dua TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yaitu Casingkem dan Istiqomah beberapa waktu lalu.Tim yang diketuai oleh Triono Wibowo ini akan bekerja selama 24 jam. Selain itu Deplu juga telah mengeluarkan instruksi ke semua perwakilan Indonesia di kawasan negara-negara tetangga Irak. Pada intinya Deplu akan menggunakan saluran informal maupun formal. "Saluran informal yang digunakan yaitu perwakilan kita untuk menghubungi tokoh-tokoh masyarakat yang berpengaruh di Irak agar turut serta dalam pembebasan sandera tersebut." ujar Marty. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Aman Jordania juga telah menugaskan seorang penghubung bernama Walid Woltak yang saat ini sudah ada di Ramadi Irak. Sedangkan Tim penanggulangan krisis Deplu bersama pihak Metro TV Sabtu malam ini,(19/2/2005) juga akan berangkat ke Aman Jordania. Sedangkan upaya formal, dilakukan antar pemerintah juga melalui Palang Merah Internasional yang ada di Uni Emirat Arab, Kuwait dan negara-negara lainnya termasuk ICRC (International Committee of the Red Cross) di Jenewa. (ir/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads