Adakah makna tersirat di balik lagu 'Pengkhianat'?
"Setiap lagu pasti ada dialektikanya sendiri. Seperti misalnya kalau orang menciptakan lagu cinta, apakah berarti dia sedang kasmaran? Kalau Mas Nanan (sapaan Prananda) membuat lagu bertema seperti itu, apa berarti sedang benci?" kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mas Nanan memang banyak menciptakan lagu. Diantaranya adalah 'Aku Melihat Indonesia' dan 'Dedication of Life'. Banyak sekali," ujar Hasto kemudian.
Berikut merupakan lirik lagu tersebut yang dimuat di situs megawati.org:
Telah kuserahkan seluruh jiwaku
Untuk menjadi nafas dalam derap langkah perjuanganmu
Dasar kau.. Pengkhianat
Sangkakala pertarungan
Kau tiupkan di wajahku
Kau pikir karena kuasamu
Mati langkahku kau buat
Janjimu tipu muslihat
Senyummu bulus membius
Cukup sampai di sini lukaku dendamnya kurawat
Tapi sisa waktu kesumatku
Dasar kau pengkhianat
Pengkhianat berwajah santun
Dasar kau pengkhianat
Lihat kuburmu adalah tempatmu
Tempus Abire Tibi Est (Kamu Sudah Saatnya Pergi)
Tempus Abire Tibi Est (Kamu Sudah Saatnya Pergi)
Tempus Abire Tibi Est (Kamu Sudah Saatnya Pergi)
Waktumu sudah habis
Manusia tak punya malu
Janjimu tipu muslihat
Senyummu bulus membius
Cukup sampai di sini lukaku dendamnya kurawat
Tapi sisa waktu kesumatmu
Dasar kau pengkhianat
Pengkhianat berwajah santun
Dasar kau pengkhianat
Lihat kuburmu adalah tempatmu
Tempus Abire Tibi Est (Kamu Sudah Saatnya Pergi)
Tempus Abire Tibi Est (Kamu Sudah Saatnya Pergi)
Tempus Abire Tibi Est (Kamu Sudah Saatnya Pergi)
Waktumu sudah habis
Manusia tak punya malu
Tunggu saatnya kan tiba
Pastilah akan tiba
Tiba masa buat perhitungan
Membalas pengkhianatan ini (bpn/imk)











































