"Hasil perhitungan sementara dari kerugian dan kerusakan akibat erupsi Gunung Sinabung dari 15 September 2013 hingga akhir 2014 diperkirakan Rp 1,49 triliun," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (14/6/2015).
Kerugian dan kerusakan di sektor ekonomi produktif meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, perdagangan, pariwisata, perikanan, UKM, dan industri adalah yang paling besar, yaitu lebih dari Rp 896,64 milyar. Sedangkan kerugian dan kerusakan di sektor permukiman Rp 501 milyar, infrastruktur Rp 23,65 milyar, sosial Rp Rp 53,43 milyar, dan lintas sektor Rp 18,03 milyar. Kerusakan dan kerugian ini belum termasuk dampak akibat lahar hujan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini, aktivitas erupsi Gunung Sinabung tetap tinggi. Hingga Minggu (14/6) terdapat 2785 orang pengungsi.Β Pengungsi tersebut berasal dari Desa Guru Kinayan, Tiga Pancur, Pintu Besi, Sukanlu, dan Berastepu.
Sementara itu, ada 6.179 jiwa warga Sinabung yang tinggal di hunian sementara yang disewakan oleh pemerintah sejak Juni 2014 hingga sekarang. Selain rumah, warga Sinabung juga disewakan lahan pertanian.
"Mereka berasal dari 6 desa, seperti Desa Sukameriah, Bekerah, Simacem, Kuta Tonggal, Berastepu, dan Gamber. Nantinya mereka akan direlokasi ke tempat yang aman," jelas Sutopo. (yds/imk)











































