Hingga 2014, Kerugian Akibat Erupsi Gunung Sinabung Capai Rp 1,49 T

Hingga 2014, Kerugian Akibat Erupsi Gunung Sinabung Capai Rp 1,49 T

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Minggu, 14 Jun 2015 19:51 WIB
Hingga 2014, Kerugian Akibat Erupsi Gunung Sinabung Capai Rp 1,49 T
Jakarta - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara saat ini berstatus awas dan mengakibatkan 2.785 jiwa mengungsi. Sejak September 2013 hingga akhir 2014, erupsi Gunung Sinabung telah mengakibatkan kerugian hingga Rp 1,49 triliun.

"Hasil perhitungan sementara dari kerugian dan kerusakan akibat erupsi Gunung Sinabung dari 15 September 2013 hingga akhir 2014 diperkirakan Rp 1,49 triliun," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (14/6/2015).

Kerugian dan kerusakan di sektor ekonomi produktif meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, perdagangan, pariwisata, perikanan, UKM, dan industri adalah yang paling besar, yaitu lebih dari Rp 896,64 milyar. Sedangkan kerugian dan kerusakan di sektor permukiman Rp 501 milyar, infrastruktur Rp 23,65 milyar, sosial Rp Rp 53,43 milyar, dan lintas sektor Rp 18,03 milyar. Kerusakan dan kerugian ini belum termasuk dampak akibat lahar hujan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kerusakan dan kerugian ini belum termasuk dampak akibat lahar hujan. Ada lebih dari 3 juta meter kubik material erupsi yang ada di atas gunung yang dapat meluncur menjadi lahar hujan," ujarnya.

Hingga saat ini, aktivitas erupsi Gunung Sinabung tetap tinggi. Hingga Minggu (14/6) terdapat 2785 orang pengungsi.Β  Pengungsi tersebut berasal dari Desa Guru Kinayan, Tiga Pancur, Pintu Besi, Sukanlu, dan Berastepu.

Sementara itu, ada 6.179 jiwa warga Sinabung yang tinggal di hunian sementara yang disewakan oleh pemerintah sejak Juni 2014 hingga sekarang. Selain rumah, warga Sinabung juga disewakan lahan pertanian.

"Mereka berasal dari 6 desa, seperti Desa Sukameriah, Bekerah, Simacem, Kuta Tonggal, Berastepu, dan Gamber. Nantinya mereka akan direlokasi ke tempat yang aman," jelas Sutopo. (yds/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads