"Para pelaku biasanya cuma meminta korban untuk menyerahkan handphonenya. Kemungkinan besar untuk dijual kembali," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iqbal kepada detikcom, Minggu (14/6/2015).
Iqbal yang pernah menjabat Kapolres Jakarta Utara tahu betul jika lokasi tersebut memang rawan kriminal. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk waspada jika melintas di Jalan Raya Cilincing.
"Di situ kan banyak truk-truk besar, sehingga suka macet. Nah mereka ini beraksi pada saat kendaraan macet," ungkapnya.
Adapun, lanjut Iqbal, para pelaku biasanya menyamar sebagai pengamen. Mereka kerap hilir-mudik di sepanjang jalan yang macet ini.
"Pura-pura ngamen, kemudian nanti nodong dan minta handphone penumpang kendaraan. Mereka berpindah-pindah," tuturnya.
Modus ini, dikatakan Iqbal, juga sering disebut dengan istilah 'bbajing loncat'. "Mereka akan menghampiri kendaraan kemudian menodong dan merampas handphone korban, lalu lari," tutupnya.
Sebelumnya polisi berhasil 1 dari tiga pelaku perampokan yang kerap merampas barang berharga milik pengguna jalan yang melintas di kawasan Cilincing. Pelaku atas nama RR itu dibekuk usai peristiwa tanggal 10 Juni. Dalam pemeriksaan, RR mengaku jika dirinya juga merampok penumpang mobil bak terbuka berpelat L.
(mei/rvk)











































