Lalu mata mereka beralih ke deretan poster produk ekspor, perkembangan perekonomian, dan peluang investasi di Indonesia.
Sebagian pengunjung festival lainnya memilih menonton dua layar televisi yang tersedia di stan-stan itu. Keduanya secara terus menerus memutar rekaman video tentang perkembangan perekonomian dan kebudayaan di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada lagi yang berjalan hilir mudik di tembok KBRI . Mereka tak henti-hentinya mengagumi keindahan poster dan foto-foto raksasa tentang keindahan alam Bali, Raja Ampat dan Borobudur yang terpampang di sana. Di depan panggung, ratusan orang menikmati suguhan tari tradisional dan musik dangdut, dengan penampilan puncak kesenian Bali selama hampir 2 jam. Sedangkan jejeran makanan tradisional Indonesia tak pernah sepi dari antrean pengunjung.
Kendati bertema Bali, perdagangan, investasi, dan pariwisata merupakan menjadi fokus utama acara Festival. ‘’Sejalan dengan kebijakan nasional, kami saat ini memang memfokuskan pada diplomasi ekonomi,’’ tutur Duta Besar Indonesia untuk Kanada Dr. Teuku Faizasyah, sebagaimana tertulis dalam siaran pers KBRI Ottawa yang diterima detikcom, Minggu (14/6/2015).
Volume perdagangan Indonesia – Kanada saat ini mencapai US$ 3,2 miliar (2014). Kanada memperoleh surplus sekitar US$ 450 juta. Menurut data data Statistics Canada tahun 2013, investasi Kanada di Indonesia mencapai CAD3,2 miliar. Sebanyak 60 ribu warga Kanada berwisata ke Indonesia (2014).
Untuk meningkatkan angka-angka itu tentu saja dibutuhkan kerja keras. "Kami harus melakukan promosi secara berkelanjutan," kata Dubes Faizasyah. (nrl/nrl)










































