Pengakuan Agus ini seperti membuka episode baru misteri pembunuhan Angeline. Banyak orang yang menyangsikan kalau Agus beraksi sendiri ketika menghabisi Angeline di kamarnya dengan keji.
Kepada seorang anggota komisi III DPR, Akbar Faizal, Agus membuat pengakuan itu. Polisi yang dikonfirmasi wartawan soal validitas pengakuan itu mengaku tidak pernah dengar soal pengakuan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angeline adalah seorang anak kecil berusia 8 tahun. Dirinya adalah anak biasa yang mungkin tidak akan menjadi pembicaraan seantero Indonesia jika kondisinya saat ini baik-baik saja. Tak ada penjagaan ketat seperti layaknya anak seorang pengusaha atau anak seorang pengusaha yang dikelilingi bodyguard.
Logikanya ‘menghabisi’ Angelina seharusnya bukan persoalan sulit. Apalagi sehari-hari Angeline ke sana dan ke mari tanpa perlindungan. Bahkan dia tinggal satu rumah dengan Agus dan Margriet.
Butuh alasan yang lebih dari sekadar ‘Angeline nakal’ sehingga Margriet rela mengeluarkan uang sampai Rp 2 miliar. Dilihat dari profil kehidupan Margriet yang tinggal di rumah biasa sambil memelihara ayam, uang Rp 2 miliar sangat besar jumlahnya.
Motif pembunuhan Angeline masih terselimuti kabut tebal. Agus seharusnya bertanya dari mana asal uang Rp 2 miliar pembayarannya berasal, sanggupkah Margriet?
Pembayarannya terlalu tinggi untuk seorang pembunuh amatir, ataukah Agus sedang berupaya menyeret Margriet menjadi tersangka dengan keterangan palsu. Apalagi dari keterangan berbagai pihak diketahui hubungan Agus-Margriet tidak bagus, kerap berkonflik.
Apakah ada benefit finansial seiring dengan meninggalnya Angeline? Apakah ada kaitannya dengan kematian suami Margriet yang juga merupakan ayah angkat Angeline.
Kita tunggu saja. Polisi mengatakan masih terus melakukan penyelidikan berdasarkan bukti dan keterangan saksi. (gah/slh)











































