Pantauan detikcom, Sabtu (13/6/2015), rumah itu tampak luas, dengan cat warna putih. Dari bagian depan terlihat dua lantai, namun dari belakang terdapat tiga lantai. Di halaman rumah terdapat pohon rambutan. Sedangkan pagarnya tidak dicat. Secara umum, rumah itu sekilas tampak tidak terawat dan sepi.
Rumah keluarga Margriet tersebut terdapat di Jalan Tambakan, RT 08 RW 04, Jatimelati, Bekasi. Saat detikcom menyambangi rumah itu, penghuni rumah, seorang wanita yang merupakan anak dari kakak kandung Margriet, tidak bersedia diwawancara atau memberi komentar. Dia hanya mengizinkan mengambil gambar dari luar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia (Margriet) kan domisilinya di Bali, kalau libur baru datang ke sini, setahun bisa dua kali," ujar Rustini.
Namun Rustini tidak mengetahui secara pasti sejak kapan Margriet tinggal di wilayah itu. "Ya sejak almarhum ayahnya (Margriet masih hidup)," kata Suami Rustini dalam kesempatan yang sama.
"Almarhum ayahnya Margriet sekitar tahun 1985 atau 1986 beli tanah di sini," sambungnya.
Di Kartu Keluarga (KK) yang diperlihatkan Rustini, Margriet tercatat sebagai Kepala Keluarga dengan dua anggota keluarga, yaitu Crhistina Telly sebagai anak kandung. Sedangkan Angeline tertulis dengan nama Engeline, di kolom keterangan tertulis 'family lain'. Namun, di kolom orangtua, ditulis orangtua kandung Engeline, Ach Rosyidi dan Hamidah.
"Kepala Keluarganya sudah Ibu Margriet, kan suaminya sudah meninggal, jadi sudah ganti KK jadi kepala keluarganya Ibu Margriet, bukan suami yang WNA lagi, sudah tidak tercantum di situ yang suami WNA-nya," ujarnya.
(idh/rjo)











































