Berkaca Kasus Angeline, KPAI Duga Ada Bisnis Jual Beli Bayi di RS

Tragedi Angeline

Berkaca Kasus Angeline, KPAI Duga Ada Bisnis Jual Beli Bayi di RS

Prins David Saut - detikNews
Sabtu, 13 Jun 2015 13:34 WIB
Berkaca Kasus Angeline, KPAI Duga Ada Bisnis Jual Beli Bayi di RS
Erlinda (Yohannie/ CNN Indonesia)
Jakarta - Angeline diadopsi oleh Margriet dan mendiang suaminya melalui 'bantuan' pelunasan tagihan rumah sakit orangtua kandung. Rupanya hal ini tak hanya terjadi di Bali, tapi di daerah lain pun ditemukan.

Menurut Sekjen KPAI Erlinda, modus-modus adopsi yang menyalahi aturan itu marak di rumah sakit-rumah sakit di Indonesia. Diduga ada makelar di rumah sakit yang menjadi 'penghubung' antara calon orangtua angkat dan orangtua kandung yang terlilit tagihan rumah sakit.

"Kami menduga ada itu (makelar atau calo)," kata Erlinda di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini karena beredarnya informasi bayi baru lahir yang orangtuanya tak bisa โ€Žmembayar biaya persalinan. Sehingga Erlinda menilai adopsi ilegal dan human trafficking memiliki perbedaan yang sangat tipis.

"Kita katakan bahwa hal semacam ini sangat tipis dengan human trafficking. Perdagangan orang sangat tipis dengan adopsi (ilegal)," ujar Erlinda.

Oleh karena itu, Erlinda meminta semua pihak yang terlibat dalam perlindungan anak agar membongkar sindikat tersebut. KPAI mengkhawatirkan praktek adopsi ilegal akan memunculkan Angeline-Angeline lainnya.

"Mari bersama-sama untuk bongkar semua sindikat berbalut kasih sayang atau bantuan kemanusiaan, tapi ternyata mereka predator yang jahat, sengaja untuk kepentingan mereka sendiri," ucap Erlinda. (vid/gah)


Berita Terkait