Menurut Sekjen KPAI Erlinda, modus-modus adopsi yang menyalahi aturan itu marak di rumah sakit-rumah sakit di Indonesia. Diduga ada makelar di rumah sakit yang menjadi 'penghubung' antara calon orangtua angkat dan orangtua kandung yang terlilit tagihan rumah sakit.
"Kami menduga ada itu (makelar atau calo)," kata Erlinda di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita katakan bahwa hal semacam ini sangat tipis dengan human trafficking. Perdagangan orang sangat tipis dengan adopsi (ilegal)," ujar Erlinda.
Oleh karena itu, Erlinda meminta semua pihak yang terlibat dalam perlindungan anak agar membongkar sindikat tersebut. KPAI mengkhawatirkan praktek adopsi ilegal akan memunculkan Angeline-Angeline lainnya.
"Mari bersama-sama untuk bongkar semua sindikat berbalut kasih sayang atau bantuan kemanusiaan, tapi ternyata mereka predator yang jahat, sengaja untuk kepentingan mereka sendiri," ucap Erlinda. (vid/gah)










































