Garis polisi masih mengelilingi rumah Margriet. Di halaman depan rumah, karangan bunga dan ucapan duka masih berjejer rapi. Kerumunan warga yang ingin melihat kondisi rumah Margriet membuat lalu lintas di sekitarnya tersendat.
"Mau lihat rumahnya Angeline lebih dekat, kasihan saya sama nasib anak kecil itu," kata Sri Santi salah satu warga yang datang, Sabtu (13/6/2015).
Ketika detikcom diizinkan lebih dekat untuk mengetahui situasi rumah, pintu masuk masih 'disegel' polisi. Tapi dari pintu kaca, tampak jelas kondisi bagian rumah.
Ada motor terparkir yang bersebelahan dengan tumpukan perkakas usang. Kondisi ruang depan rumah Margriet berantakan, kotor dan tak terawat.
Miris memang jika melihat kondisi kumuh ini merupakan tempat tinggal Angeline selama delapan tahun. Di beberapa sudut halaman juga banyak ditemui tumpukan sampah. Perkakas sofa rusak bercampur sampah berserakan di halaman rumah seakan memberi kesan jika rumah ini tak berpenghuni.
Saat mengintip situasi halaman samping rumah Margriet, kondisinya tidak jauh berbeda. Hanya ada dua buah mobil tua dan kurungan ayam yang berserakan tak rapi.
Di belakang rumah ini yang secara mengejutkan ditemukan jasad Angeline dalam kondisi terkubur tepat di dekat kandang ayam.
(fdn/fdn)











































