Keberadaan Margriet saat Angeline dibunuh lalu dikubur oleh Agus memunculkan dugaan ada keterlibatannya. Namun menurut pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, pertanyaan tersebut dapat merisaukan karena bisa berkembang jadi penghakiman.
"Merisaukan adalah dugaan yang mudah berkembang jadi penghakiman. Seolah-olah pelaku sudah ditemukan, saya pribadi memilih untuk mengatakan faktanya dari proses investigasi oleh Polri yang sampai hari ini menetapkan tersangka cuma satu orang," kata Reza.
Reza menyampaikan hal ini dalam diskusi 'Angeline Wajah Kita' yang digelar Sindo Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6/2015). โDugaan persengkongkolan yang merebak di balik kematian Angeline, menurut Reza, tak bisa dibuktikan karena kasus pembunuhan serupa memang tidak diketahui orang terdekat korban atau pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nalar saya menyatakan sampai saat ini pelakunya cuma satu. Pembunuh keji Angeline itu dilakukan satu orang," tambahnya.
Sehingga Reza menekankan tidak bisa menyamaratakan persengkongkolan pembunuhan, penelantaran atau pelecehan yang diduga dialami Angeline. Reza dan timnya yang berkoordinasi dengan Polda Bali menyatakan penghakiman di masyarakat tidak membuktikan apapun.
"(Bukti) Waktu kita lakukan pencarian fokusnya menemukan Angeline. Kalau dia masih hidup, maka lidahnya yang akan bercerita. Tapi kalau tidak ditemukan tidak bernyawa, maka tubuhnya yang akan berbicara. Hasil dari itu semua, menemukan Angeline, membawa tersangka satu orang," ucap Reza.
(vid/gah)











































