Mabes Polri Turunkan Tim ke Ambon untuk Usut Petrus

Mabes Polri Turunkan Tim ke Ambon untuk Usut Petrus

- detikNews
Sabtu, 19 Feb 2005 12:28 WIB
Ambon - Mabes Polri menerjunkan tim ke Maluku untuk mengusut penembakan misterius di Villa Cafe, Desa Hative Besar, Ambon beberapa waktu lalu. Tim ini terdiri dari enam staf ahli dari berbagai satuan di lingkungan Polri.Tim tersebut rencananya akan mem-back up penyelidikan kasus yang menewaskan dua orang di penghujung malam Valentine Day.Tim khusus yang diturunkan sejak Kamis pekan lalu terdiri atas beberapa reserse, intelijen, profesi dan pengamanan, brimob serta fungsi lainnya. "Mereka mem-back up penyidikan kasus penembakan di Villa Cafe, dan ini langsung dari Mabes Polri," ungkap Kepala Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Leonidas Braksan kepada detikcom di Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ambon, Sabtu, (19/2/2005).Kedatangan tim Mabes Polri ini, kata Leonidas, menunjukkan keseriusan pihak kepolisian mengungkap para pelaku penembakan yang diidentifikasi ahli menggunakan senjata api dan teknik menyerang. Keberadaan tim ini, lanjutnya, juga untuk mem-backup kerja kepolisian di Maluku, baik dari aspek pemeriksaan data, pengamanan personel dan berbagai aspek lainnya."Jadi kalau masyarakat bilang kita tidak serius itu tidak benar. Sampai saat ini sudah enam orang dari tim yang datang, karena kita akan melihat dari berbagai aspek kemungkinan-kemungkinan. Masalah ini sudah kita koordinasikan ke instansi lain, pokoknya kita punya komitmen positif agar masalah ini terungkap dengan jelas. Namun jika dia (tim Mabes-Polri, red) rasa penyidikan cukup di tangan kita, mungkin mereka sekedar supervisi," paparnya.Hingga kini, kata Leonidas, pihak kepolisian sudah memperoleh titik terang mengenai pelaku penembakan. Penembakan itu dilakukan pihak-pihak yang terlatih dalam menggunakan senjata api dan strategi penyerangan."Kelompok ini terdiri atas orang-orang yang cukup ahli dalam melaksanakan aksi. Dia profesional dan mengerti menggunakan senjata, bukan amatiran. Keahliannya bisa diperoleh karena dilatih atau bisa juga dari pengalaman-pengalaman dia hingga menjadi ahli menggunakan senjata dan cara bergerak," ungkap Leonidas. Segala kemungkinan itu, lanjut dia, sampai saat ini terus dianalisis, tetapi pihaknya belum memberikan satu kesimpulan. "Apakah terkait dengan satu instansi, belum sampai disana, belum mengarah ke sana," tuturnya. Bahkan, Leonidas menuturkan, kemungkinan peristiwa itu terjadi sebagai bentuk pra kondisi HUT RMS pada 25 April nanti."Momen ini kita lihat bisa saja, tapi yang penting nanti kita antisipasi. Bisa ini kejadian yang berupa kasus kemudian diambil momennya untk meningkatkan eskalasi, atau ini kasus yang sengaja untuk pra kondisi 25 April untuk peristiwa yang lebih besar. Bisa saja," tambahnya.Sementara, menghadapi 25 April mendatang, pihak kepolisian akan membuka posko-posko keamanan guna mengantisipasi provokasi. "Posko-posko ini akan kita bangun pada daerah-daerah tertentu yang dianggap rawan terhadap provokasi, dan pada titik-titik perbatasan," jelasnya. Guna meredam maraknya isu miring yang belakangan marak berkembang di masyarakat, kepolisian dalam waktu dekat juga akan membentuk posko informasi di tiap desa dengan dukungan polsek setempat. Kehadiran posko informasi ini untuk memastikan kebenaran dari isu yang berkembang. Tujuannya, untuk menghindari propaganda yang dilancarkan lewat isu-isu provokasi. (umi/)


Berita Terkait