"Dia menggosok-gosokkan kemaluannya kepada korban," kata kuasa hukum Agustinus, Haposan Sihombing saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (13/6/2015).
Hal itu dilakukan di sebuah kamar di lantai 2 rumah tersebut. Tak ada seorangpun yang memergoki Agustinus saat bertindak cabul dengan Angeline.
"Dia mengancam Angeline agar tidak memberi tahu ibunya," ujarnya.
Tak berselang lama dengan kejadian itu, ibu angkat Angeline, Margriet, meminta Agustinus untuk membuat lubang di sisi belakang rumah. Lubang tersebut, kata dia, akan digunakan sebagai tempat sampah.
Sepekan setelahnya, yaitu pada tanggal 16 Mei lalu, lubang tersebut justru digunakan oleh Agustinus untuk mengubur jasad Angeline. Ia meliliti badan Angeline dengan tali yang biasa digunakan untuk mengikat ayam. Agustinus juga meletakkan boneka kesayangan Angeline di dalam lubang yang sama.
Lubang itu kemudian ditutup dengan tumpukan sampah dan keranjang. Setelah 3 pekan dilaporkan menghilang, polisi akhirnya menemukan bocah malang itu terkubur di antara tumpukan sampah.
(khf/kha)











































