"Tadi kami (Priyo dan Ical) bincang-bincang 15 menit, beri kesan dan pandangan terkait kerjasama intensif. Yang disampaikan Ical sejalan dengan apa yang kita gagas dan pikiran-pikiran saya untuk mengupayakan jalan islah," kata Priyo di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2015).
Priyo menuturkan bahwa kehadirannya adalah sebagai Ketua DPP Golkar hasil Munas Riau, bukan Waketum hasil Munas Ancol. Dia pun mengaku belum meminta izin ke Agung Laksono selaku Ketum hasil Munas Ancol.
Bersama Ical, menurut Priyo, ada kesamaan pandangan soal islah. Mereka sama-sama tak mau Golkar semakin pecah karena gagal islah.
"Ada kesamaan pandangan bahwa kita harus menuju ke sana (islah). Kalau gagal, pecah. Yang rugi adalah bangsa dan Partai Golkar dan yang disalahkan adalah pemimpin di DPP," ucap mantan Wakil Ketua DPR ini.
Sebelum Rapimnas dimulai, Priyo memang sempat berada di ruang VIP bersama Ical. Ada pula pengurus Golkar lain yang selama ini merupakan kubu Ical seperti Tantowi Yahya, MS Hidayat, Setya Novanto, dan Aziz Syamsuddin.
(imk/kha)











































